Pabrik kertas di OKI manfaatkan bahan baku kayu HTI
Kamis, 6 Desember 2012 18:09 WIB
Sumsel akan miliki pabrik kertas yang dibangun di Kabupaten Ogan Komering Ilir (FOTO ANTARA)
Palembang (ANTARA Sumsel) - Pabrik kertas (pulp) akan dibangun di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang memperoleh pasokan bahan kayu dari hutan tanaman industri milik Sinar Mas Group.
Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Sigit Wibowo ketika ditanya mengenai rencana pembangunan pabrik kertas di Ogan Komering Ilir (OKI) di Palembang, Kamis, mengatakan, pabrik kertas tersebut memasok bahan baku karu dari areal hutan tanaman industri (HTI) milik Sinar Mas Group di Kabupaten Musi Banyuasin dan OKI.
Sementara, luas areal HTI itu mencapai 500 ribu hektare, atau hampir sama dengan luas tanaman yang efektif, katanya.
Ia mengatakan, nanti diharapkan pabrik kertas yang akan dibangun di OKI itu bahan bakunya disuplai hasil tanaman yang sudah dibangun sejak lima tahun lalu.
"Sekarang areal HTI itu sudah mulai panen dan mereka menanam sejak beberapa tahun lalu, namun sementara belum dilakukan pemanenan secara luas," ujarnya,
Ia menyatakan, ini sudah terhampar sekian ratus ribu batang tanaman siap panen untuk suplai pabrik yang akan didirikan di OKI tersebut.
Sementara mengenai ada khawatiran tanaman itu tidak mencukupi untuk pabrik tersebut, ia menuturkan, tidak mungkin investasi mereka triliunan rupiah pasti akan dihitung dengan jumlah tanaman yang ada sekarang ini.
Jadi, ada rotasi tanaman, kalau namanya hutan tanaman industri tebang tahunannya diatur, berapa hektare tebang, berapa hektare luas bergulir sampai kapanpun dan kalau itu dilakukan tidak akan habis, karena luas tanaman dan luas penebangan tersedia, tuturnya.
Usia hutan tanaman industri itu sekitar 5-6 tahun yang bisa dipanen untuk kertas, artinya kegiatan HTI sekitar 5-6 tahun.
Mengenai berapa banyak kebutuhan kayu untuk pabrik itu, ia menuturkan, tidak mengetahuinya secara pasti berapa kapasitas pabrik tersebut.(Susi)
Kepala Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Sigit Wibowo ketika ditanya mengenai rencana pembangunan pabrik kertas di Ogan Komering Ilir (OKI) di Palembang, Kamis, mengatakan, pabrik kertas tersebut memasok bahan baku karu dari areal hutan tanaman industri (HTI) milik Sinar Mas Group di Kabupaten Musi Banyuasin dan OKI.
Sementara, luas areal HTI itu mencapai 500 ribu hektare, atau hampir sama dengan luas tanaman yang efektif, katanya.
Ia mengatakan, nanti diharapkan pabrik kertas yang akan dibangun di OKI itu bahan bakunya disuplai hasil tanaman yang sudah dibangun sejak lima tahun lalu.
"Sekarang areal HTI itu sudah mulai panen dan mereka menanam sejak beberapa tahun lalu, namun sementara belum dilakukan pemanenan secara luas," ujarnya,
Ia menyatakan, ini sudah terhampar sekian ratus ribu batang tanaman siap panen untuk suplai pabrik yang akan didirikan di OKI tersebut.
Sementara mengenai ada khawatiran tanaman itu tidak mencukupi untuk pabrik tersebut, ia menuturkan, tidak mungkin investasi mereka triliunan rupiah pasti akan dihitung dengan jumlah tanaman yang ada sekarang ini.
Jadi, ada rotasi tanaman, kalau namanya hutan tanaman industri tebang tahunannya diatur, berapa hektare tebang, berapa hektare luas bergulir sampai kapanpun dan kalau itu dilakukan tidak akan habis, karena luas tanaman dan luas penebangan tersedia, tuturnya.
Usia hutan tanaman industri itu sekitar 5-6 tahun yang bisa dipanen untuk kertas, artinya kegiatan HTI sekitar 5-6 tahun.
Mengenai berapa banyak kebutuhan kayu untuk pabrik itu, ia menuturkan, tidak mengetahuinya secara pasti berapa kapasitas pabrik tersebut.(Susi)
Pewarta :
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
APKI: Kebijakan tarif impor AS jadi tantangan bagi industri pulp dan kertas Indonesia
06 April 2025 13:48 WIB, 2025
APKI minta pemerintah tinjau ulang perubahan kebijakan devisa hasil ekspor yang berpotensi bebani pengusaha
25 January 2025 8:12 WIB, 2025
Berkontribusi ekspor capai 8,28 miliar dolar AS, industri pulp & kertas siap dukung pertumbuhan ekonomi nasional
13 January 2025 18:12 WIB, 2025
Kemenkumham Sumsel rapat teknis pengisian kertas kerja penilaian mandiri Maturitas SPIP
15 March 2024 18:17 WIB, 2024