Beras merah bisa jadi minuman
Kamis, 28 Juni 2012 10:55 WIB
Beras Merah (FOTO Antarasumsel.com/qyuencha.blogspot.com)
Denpasar (ANTARA Sumsel) - Hasil pertanian beras merah tidak hanya dinikmati sebagai bahan utama makanan namun bisa diolah menjadi minuman seperti teh dan kopi yang diproduksi di Desa Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali.
"Ide membuat teh dan kopi dari beras merah itu muncul karena banyak beras merah yang hancur dan tidak utuh dibuang percuma," kata pembuat teh dan kopi dari beras merah, Grace M. Tarjoto.
Dia mengatakan bahwa beras merah yang diterima masyarakat adalah beras merah yang masih utuh.
Insinyur Kimia yang kini serius menjadi petani beras merah itu menjelaskan proses pembuatan teh dan kopi dari beras merah yang dibuat cukup sederhana.
Beras merah yang tidak utuh dan hancur dikumpulkan untuk dibersihkan. Beras merah itu kemudian disanggrai hingga timbul aroma dan diaduk selama sekitar lima menit.
Setelah itu beras merah yang telah disanggarai kemudian diangkat dan didinginkan untuk selanjutnya dikemas kedalam plastik.
Beras merah yang sudah disanggrai pun bisa langsung disaring untuk mendapatkan teh.
Sementara untuk pembuatan kopi juga menjalani proses serupa. Hanya saja, ditambahkan lima persen kopi arabika sebagai penambah aroma wangi.
Teh dan kopi dari beras merah, lanjut Grace, ternyata diminati tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan sawah Jatiluwih.
Mereka sebagian berasal dari dari Australia, Filipina, Amerika Serikat dan negara asing lainnya.
"Rasanya manis dengan aroma beras merah yang kental," kata Deasy seorang peminat teh beras merah, (ANT)
"Ide membuat teh dan kopi dari beras merah itu muncul karena banyak beras merah yang hancur dan tidak utuh dibuang percuma," kata pembuat teh dan kopi dari beras merah, Grace M. Tarjoto.
Dia mengatakan bahwa beras merah yang diterima masyarakat adalah beras merah yang masih utuh.
Insinyur Kimia yang kini serius menjadi petani beras merah itu menjelaskan proses pembuatan teh dan kopi dari beras merah yang dibuat cukup sederhana.
Beras merah yang tidak utuh dan hancur dikumpulkan untuk dibersihkan. Beras merah itu kemudian disanggrai hingga timbul aroma dan diaduk selama sekitar lima menit.
Setelah itu beras merah yang telah disanggarai kemudian diangkat dan didinginkan untuk selanjutnya dikemas kedalam plastik.
Beras merah yang sudah disanggrai pun bisa langsung disaring untuk mendapatkan teh.
Sementara untuk pembuatan kopi juga menjalani proses serupa. Hanya saja, ditambahkan lima persen kopi arabika sebagai penambah aroma wangi.
Teh dan kopi dari beras merah, lanjut Grace, ternyata diminati tidak hanya masyarakat lokal tetapi juga wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan sawah Jatiluwih.
Mereka sebagian berasal dari dari Australia, Filipina, Amerika Serikat dan negara asing lainnya.
"Rasanya manis dengan aroma beras merah yang kental," kata Deasy seorang peminat teh beras merah, (ANT)
Pewarta :
Editor : AWI-SEO&Digital Ads
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina Patra Niaga perluas SPBU Nelayan di wilayah 3T melalui program BBM Satu Harga
30 April 2026 7:53 WIB
Menteri Rosan lapor ke Prabowo: Minat investasi asing ke Indonesia tetap tinggi
22 April 2026 9:49 WIB
KPK sita uang 1 juta dolar AS milik pihak Yaqut Cholil untuk bungkam Pansus Haji DPR R
14 April 2026 8:26 WIB