Logo Header Antaranews Sumsel

Sempat terombang-ambing, 11 nelayan KM Elnas III diselamatkan Tim SAR Palu

Rabu, 18 Maret 2026 20:54 WIB
Image Print
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap KM Elnas III yang mengalami mati mesin di perairan Teluk Tomini Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Rabu (18/3/2026). ANTARA/HO/Kansar Palu

Palu (ANTARA) - Tim SAR gabungan mengevakuasi 11 nelayan dari kapal penangkap ikan KM Elnas III yang mengalami mati mesin di perairan Teluk Tomini, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Belasan nelayan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah sempat terombang-ambing di lautan,” kata Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal di Palu, Rabu.

Ia mengatakan nahkoda KM Elnas III melaporkan bahwa kapal tersebut mengalami kerusakan gearbox dan mati mesin di perairan Teluk Tomini pada Senin (16/3) dan diperkirakan posisi kapal di sekitar wilayah Desa Lalanga dan Desa Mamaka saat sedang melakukan kegiatan penangkapan ikan.

Dari laporan itu pihak pemilik kapal dan pemerintah setempat melaksanakan pencarian mandiri, namun proses pencarian itu belum membuahkan hasil, lalu selanjutnya pihak pemilik kapal melaporkan peristiwa itu ke Unit Siaga SAR (USS) Ampana untuk memohon bantuan pencarian.

“Menindaklanjuti laporan, pada Rabu (18/3) kami mengerahkan personel Pos SAR Parigi di Kabupaten Parigi Moutong dan Unit Siaga SAR Ampana di Touna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan,” kata Rizal.

Sekitar pukul 14.35 Wita pada saat melaksanakan operasi pencarian, pihaknya menerima informasi dari kapal nelayan lainnya bahwa KM Elnas III keberadaan pada koordinat 0°39'32.34"S - 121° 8'56.65"E.

“Atas penemuan itu para korban dan kapal tersebut dievakuasi ke Desa Sandada, Kecamatan Tojo,” ucap Rizal.

Dengan ditemukannya para korban, kata dia, operasi pencarian ditutup dan korban dikembalikan kepada pihak keluarga masing-masing.

Adapun data korban yakni Rahman (44), Ardi (30), Yan (45), Edi (34), Yayat (27), Ayat (35), Man (54), Alfait (18), Leksi (40), Ilam (30) dan Iwan (35).

“Semua korban adalah laki-laki,” kata Rizal.

Selain itu unsur SAR terlibat yakni tim rescue Pos SAR Parigi, personel Unit Siaga SAR Ampana, Polair, pihak pemilik kapal, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.

“Kami menggunakan satu unit rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dan tiga kapal nelayan. Selain itu kami juga membawa peralatan penunjang yakni alat SAR air, alat komunikasi, peralatan medis, dan perlengkapan evakuasi. Kami bersyukur semua korban dalam keadaan selamat. Kami juga berterima kasih kepada potensi SAR lainnya yang secara sukarela ikut terlibat membatu operasi ini,” kata Rizal.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026