
ALFI: Penutupan Selat Hormuz bisa picu kenaikan bea logistik global

Jakarta (ANTARA) - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) mencermati bahwa penutupan Selat Hormuz sebagai koridor energi paling vital dunia, dapat memicu kenaikan biaya logistik global hingga 30 persen.
“Kalau konflik berkepanjangan, biaya logistik global bisa mengalami kenaikan signifikan secara kumulatif, kemungkinan lebih dari 30 persen total biaya dibandingkan periode sebelum konflik, tergantung durasi, rute pengalihan dan harga energi,” kata Sekretaris Jenderal ALFI Trismawan Sanjaya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Trismawan mengatakan banyak faktor yang mempengaruhi potensi kenaikan biaya logistik global tersebut.
Pertama, harga minyak dunia sudah meningkat signifikan sekitar 8 hingga 13 persen setelah konflik baru-baru ini.
Lebih lanjut, eskalasi konflik telah membuat banyak jalur pelayaran utama termasuk Selat Hormuz sangat riskan atau ditutup, sehingga banyak kapal harus berputar melalui rute lain seperti Cape of Good Hope.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
