
Psikolog jelaskan dinamika anak tengah dalam keluarga

"Sering kali anak tengah menuruti keinginan anak tertua dan kebutuhan anak bungsu. Karena terbiasa mengalah, mereka cenderung memiliki ekspektasi yang tidak muluk dan lebih realistis terhadap orang lain," ujar dia.
Menurut Samanta, pengalaman berbagi perhatian sejak kecil juga membentuk kemampuan sosial anak tengah. Mereka umumnya lebih mudah membangun hubungan dan cepat beradaptasi saat berada di lingkungan baru.
"Anak tengah umumnya lebih ramah, terbuka terhadap pengalaman, dan mampu membangun hubungan baik dengan orang lain. Mereka terbiasa menyesuaikan diri sejak kecil saat perhatian orang tua terbagi. Selain itu, mereka juga lebih terbuka dalam mengambil risiko dan mencoba ide baru,” kata dia lagi.
Pembahasan mengenai anak tengah mengemuka di media sosial setelah kasus pembunuhan satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara. Pelaku merupakan anak tengah yang diduga menyimpan konflik karena merasa diperlakukan secara tidak adil oleh keluarganya.
Warganet di media sosial kemudian membagikan pengalaman pribadi mereka sebagai anak tengah yang merasa kurang diperhatikan dibanding saudara lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinamika si anak tengah dalam keluarga menurut psikolog
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
