Pemkab Muara Enim salurkan bantuan bagi korban kebakaran di kawasan Rumah Tumbuh

id Bantuan sosial, korban kebakaran, paket sembako, cuaca ekstrem, Pemkab Muara Enim

Pemkab Muara Enim salurkan bantuan bagi korban kebakaran di kawasan Rumah Tumbuh

Bupati Muara Enim Edison menyalurkan bantuan sosial kepada korban kebakaran di kawasan Rumah Tumbuh. ANTARA/HO-Diskominfo Muara Enim

Muara Enim (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menyalurkan bantuan sosial kepada korban kebakaran di kawasan Rumah Tumbuh, Kelurahan Muara Enim guna meringankan kebutuhan sehari-hari.

Bupati Muara Enim Edison, di Muara Enim, Rabu, mengatakan bahwa peristiwa kebakaran permukiman penduduk yang terjadi pada Kamis (6/11) sekitar pukul 19.00 WIB menyisakan luka mendalam bagi korban.

Meskipun tidak ada korban jiwa, rumah semi permanen yang dihuni oleh Arifai (68) bersama anggota keluarganya tersebut hangus dilalap si jago merah.

"Kami turut prihatin atas musibah ini. Semoga keluarga korban diberi ketabahan," kata Edison.

Menyikapi hal tersebut, Pemkab Muara Enim bergerak ke lokasi untuk menyalurkan bantuan sosial kepada korban kebakaran guna meringankan kebutuhan pokok sehari-hari.

Adapun bantuan sosial yang diberikan berupa sembako, uang tunai, serta kasur dan selimut.

Dia mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab Muara Enim untuk membantu meringankan beban warga yang mendapat musibah kebakaran.

Selain memberikan santunan, Bupati juga mengimbau seluruh masyarakat Muara Enim agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda wilayah setempat.

Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api, penggunaan listrik, serta menjaga lingkungan agar tetap aman dan tertib.

Sementara itu, Kepala Bidang Damkar Dinas Pemadam Kebakaran Muara Enim Adi Sutrisno mengatakan bahwa dalam memadamkan api pihaknya mengerahkan empat unit mobil damkar.

"Api berhasil dipadamkan beberapa jam setelah peristiwa tersebut terjadi. Dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah," ujar dia.

Pewarta :
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.