Jakarta (ANTARA) - Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyampaikan bahwa mikroplastik yang terkandung dalam air hujan memiliki sejumlah zat yang berbahaya jika terkena kulit.
“Mikroplastik bukan hanya partikel plastik murni, tapi juga membawa berbagai bahan kimia tambahan dari proses produksinya,” kata Anggota Perdoski dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Arini mengatakan di dalam partikel mikroplastik terdapat zat aditiftoksik seperti phthalates, bisphenol A (BPA), polyaromatic hydrocarbons (PAHs), diethylhexyl phthalate (DEHP), serta logam berat seperti kadmium, merkuri, dan timbal.
Dari sisi kulit, bahan-bahan ini bersifat irritan dan sensitisasi kuat serta bisa menyebabkan dermatitis iritan kontak atau dermatitis alergi kontak, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau riwayat eksim atopik.
Ini kandungan mikroplastik yang berbahaya jika terkena kulit
Warga berolahraga di tengah hujan saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/2/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nz
