Logo Header Antaranews Sumsel

China acuhkan ancaman Trump, lanjutkan kerja sama energi dengan Rusia

Jumat, 17 Oktober 2025 12:43 WIB
Image Print
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.

"Tindakan itu akan sangat mengganggu aturan ekonomi dan perdagangan internasional serta mengancam keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global," ungkap Lin Jian.

Posisi China terhadap krisis Ukraina, ungkap Lin Jian, bersifat objektif, adil, dan transparan.

"Dunia dapat melihat hal itu dengan jelas. Kami dengan tegas menentang AS yang mengarahkan masalah ini kepada China dan menjatuhkan sanksi sepihak yang tidak sah serta yurisdiksi jangka panjang terhadap China," tambah Lin Jian.

Lin Jian menjelaskan jika hak dan kepentingan sah China dirugikan maka China akan mengambil tindakan balasan untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunannya dengan tegas.

"Terkait krisis Ukraina, China berkomitmen untuk mendorong perundingan perdamaian. Pertukaran dan kerja sama biasa antara perusahaan China dan Rusia tidak boleh terganggu atau terpengaruh. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mempertahankan hak dan kepentingan kami yang sah," tegas Lin Jian.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan India tidak lagi membeli minyak dari Rusia.

"Sudah dimulai. Anda tahu, ini tidak bisa dilakukan seketika, butuh proses, tetapi proses itu akan segera selesai," kata Trump.

Minyak dan gas merupakan ekspor terbesar Rusia, dan pelanggan terbesar Moskow antara lain China, India dan Turki.

Pemerintahan Trump sebelumnya telah mengenakan tarif 50 persen untuk barang-barang dari India, sebagai bentuk hukuman terhadap New Delhi karena membeli minyak dan senjata Rusia.

Tarif tersebut mulai berlaku pada bulan Agustus dan termasuk yang tertinggi di dunia dengan mencakup pinalti 25 persen untuk transaksi dengan Rusia yang merupakan sumber utama dana untuk perangnya di Ukraina.

Selain AS, Inggris juga menjatuhkan sanksi kepada produsen minyak terbesar Rusia, dua perusahaan energi China, dan perusahaan penyulingan India, Nayara Energy Ltd., atas penanganan mereka terhadap bahan bakar Rusia.

AS dan Eropa Barat memperketat tekanan pada sektor energi Rusia dalam upaya untuk mengekang aliran uang dari penjualan minyak ke Rusia dan membatasi kemampuan Presiden Vladimir Putin untuk membiayai perang di Ukraina.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China acuhkan ancaman Trump, lanjutkan kerja sama energi dengan Rusia

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026