Beijing (ANTARA) - Pemerintah China menyebut tetap melanjutkan kerja sama perdagangan dan energi dengan Rusia meski Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut akan berupaya untuk menghentikan Negeri Tirai Bambu itu membeli minyak dari Moskow.
"Kerja sama perdagangan dan energi China yang lazim dengan negara-negara lain, termasuk Rusia, adalah sah dan sesuai hukum. Apa yang telah dilakukan AS adalah intimidasi sepihak dan pemaksaan ekonomi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.
Hal itu disampaikan terkait dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi telah sepakat untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia.
Trump mengatakan bahwa selanjutnya ia akan fokus pada China supaya mereka "melakukan hal yang sama" seperti India, yaitu berhenti membeli minyak dari Rusia.
China acuhkan ancaman Trump, lanjutkan kerja sama energi dengan Rusia
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian. /ANTARA/Desca Lidya Natalia.
