
Dokter: Perawatan luka tak dianjurkan pakai oli dan air liur

Sementara penggunaan oli yang dipercaya dapat mendinginkan luka, akan mempersulit tenaga medis untuk melihat luka dan memperparah kondisi pasien yang bersangkutan karena dituang dalam keadaan kotor.
Lusy menyatakan mitos-mitos semacam itu sampai hari ini merupakan salah satu tantangan bagi dunia kefarmasian dalam mengedukasi serta menyajikan tata cara perawatan luka yang valid pada masyarakat. Ditambah masih ada pihak-pihak yang menganggap luka kecil sebagai hal yang remeh.
Maka dari itu, Lusy berpesan pada seluruh apoteker untuk berinisiatif memberikan edukasi serta melakukan pemeriksaan yang rinci sebelum meresepkan sejumlah obat.
Ia mengatakan pemeriksaan dapat dimulai dengan melihat kondisi luka pasien untuk memastikan apakah luka bisa ditangani atau membutuhkan kolaborasi dengan dokter untuk dirujuk ke rumah sakit.
“Apakah lukanya luka ringan atau lukanya memang sudah berat, takut atau prognostik kedalaman luka dan seterusnya,” katanya.
Kemudian yang kedua, tanyakan apakah ada faktor-faktor yang membuat pasien ini perlu diperhatikan. Misalnya pasien memiliki alergi atau ada komorbid untuk memastikan tata laksana yang diberikan berbeda dari luka biasa.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Perawatan luka tak dianjurkan pakai oli dan air liur
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
