Logo Header Antaranews Sumsel

Menteri LH: Sumsel perlu antisipasi karhutla jelang puncak kemarau

Selasa, 29 Juli 2025 16:04 WIB
Image Print
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq Saat kunjungan kerjanya di Palembang, Selasa (29/7/2025). ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Menurutnya, Sumsel menjadi wilayah yang rawan terhadap karhutla bersama dengan 9 provinsi lain. Total kejadian karhutla di wilayah itu sebanyak 98 kejadian dengan luasan lebih dari 43 hektare.

"Kebakaran ini bisa terjadi jika ada upaya membakarnya. Kami juga meminta Panglima TNI dan Kapolda untuk melakukan tindakan terhadap pembakaran lahan, tidak segan-segan melakukan tindakan hukum yang diperlukan," kata Hanif.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan upaya pengendalian karhutla di Sumsel telah dilakukan melalui OMC dan perbantuan helikopter untuk water bombing dan patroli.

"OMC yang kita lakukan mudah-mudahan bisa ada hujan. Sore ini mudah-mudahan hujan dan titik api bisa padam," ujarnya.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan target Sumsel tahun ini bisa zero asap, sehingga diharapkan kejadian karhutla tahun-tahun sebelumnya tak terjadi di tahun 2025.

"Target kita zero asap. Proteksi kita paling penting adalah kesehatan masyarakat, kita punya layar Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di tengah kota. Alhamdulillah, kita termasuk yang minim, karena kemarau lembab," kata dia.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri LH: Sumsel perlu antisipasi karhutla jelang puncak kemarau

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026