
Pemkab Muba target pengantian Jembatan Air Baruga dipercepat

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba), Sumatera Selatan, menargetkan penggantian rangka Jembatan Air Baruga di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman dapat dilakukan secepatnya demi menjaga keselamatan masyarakat.
Bupati Muba M. Toha Tohet dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Rabu, mengatakan, Pemkab Muba melakukan berbagai upaya mengingat kondisi infrastruktur tersebut relatif sudah tua dan rawan bagi pengguna jalan.
"Kami berkoordinasi intensif dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumsel agar cepat selesai," kata Toha.
Jembatan yang terletak di KM 172+600, yang menghubungkan Sekayu dengan Lubuklinggau ini memiliki peran vital. Infrastruktur ini juga merupakan jalur penghubung antarwilayah di Sumatera Selatan, bahkan hingga ke Provinsi Bengkulu dan Jambi.
"Setelah ini kami akan berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan masyarakat setempat untuk menyosialisasikan rencana penggantian jembatan tersebut," ujar Toha.
Ia menekankan bahwa pendekatan persuasif kepada masyarakat sangat penting agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan sosial.
Pemkab Muba menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan proyek, termasuk memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan manfaatnya segera dirasakan warga.
Kepala BPJN Sumsel Panji Krisna Wardana menjelaskan bahwa ruas Sekayu (Muba)–Lubuklinggau menjadi prioritas utama penanganan karena nilai strategisnya dalam konektivitas wilayah.
"Ruas ini menjadi prioritas kami, terutama penggantian jembatan yang memang sudah berumur," kata Panji.
Panji memaparkan, total panjang jalan nasional dari Mangun Jaya di Kabupaten Muba hingga batas Kabupaten Musi Rawas mencapai 43 kilometer (km) dengan tingkat kemantapan sekitar 66 persen. Berdasarkan data teknis, sepanjang 26 km dalam kondisi baik, sedangkan 15 km lainnya mengalami kerusakan.
"Dari 15 kilometer jalan yang rusak, sepanjang tujuh kilometer kami targetkan selesai pada 2027. Sisanya, sekitar delapan kilometer, akan ditangani secara bertahap hingga 2029," tuturnya.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
