Logo Header Antaranews Sumsel

APP Group perkuat kolaborasi dan deteksi dini karhutla di Sumsel

Rabu, 6 Mei 2026 14:06 WIB
Image Print
Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional Tahun 2026 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/5/2026). ANTARA/HO/APP Group

Palembang (ANTARA) - APP Group bersama mitra pemasoknya memperkuat sinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan.

Langkah strategis ini ditegaskan dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Nasional Tahun 2026 yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Griya Agung, Palembang, Rabu (6/5).

Menko Polkam Djamari Chaniago dalam arahannya menekankan bahwa pengendalian karhutla pada tahun ini harus dilakukan lebih dini dan terpadu. Pemerintah pun secara resmi mereaktivasi Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla Nasional 2026 sebagai pusat kendali dan pemantauan.

"Sumatera Selatan merupakan wilayah strategis namun rawan karena karakteristik lahan gambutnya. Kita tidak boleh lengah meskipun ada tren penurunan luas karhutla, sebab kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dan lebih kering," ujar Menko Polkam.

Berdasarkan data kementerian terkait, luas karhutla di Sumsel berhasil ditekan dari 15.422 hektare pada 2024 menjadi 5.939 hektare pada 2025. Hingga April 2026, tercatat luas karhutla berada di angka 79,95 hektare.

Direktur APP Group Suhendra Wiriadinata menyatakan pihaknya bersama tujuh mitra pemasok di Sumsel—di antaranya PT Bumi Mekar Hijau dan PT Bumi Andalas Permai—mengandalkan pendekatan Integrated Fire Management (IFM).

"Kami mengedepankan empat pilar utama yakni pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respon cepat. Namun, kunci keberhasilannya adalah kolaborasi erat dengan pemerintah, TNI/Polri, dan masyarakat melalui semangat gotong royong," kata Suhendra.

Dalam pilar pencegahan, APP Group menjalankan program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) di 31 desa di wilayah OKI, Banyuasin, dan Musi Banyuasin. Program ini mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan lahan tanpa bakar dan melibatkan 633 orang anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

Untuk mendukung pemadaman dan pemantauan, mitra pemasok APP Group di Sumatera Selatan telah menyiagakan kekuatan personel dan armada yang masif, meliputi personel 907 anggota Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK) dan 48 personel Tim Reaksi Cepat (TRC).

Kemudian armada udara, tiga helikopter patroli dan dua helikopter water bombing.

Armada Air dan Darat, 2 unit airboat, 84 speedboat, 22 mobil patroli, 27 truk pemadam, dan 155 sepeda motor patroli.

Teknologi Deteksi 40 menara api, 81 menara mini portable, drone, CCTV, dan Automatic Weather Station (AWS).

Seluruh aktivitas pemantauan tersebut terintegrasi dalam 31 situation room yang beroperasi 24 jam penuh dengan dukungan data satelit secara real-time.

Kami mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersinergi. Dengan deteksi dini yang kuat dan respon yang cepat, kita harapkan risiko kebakaran di tengah ancaman El Niño tahun ini dapat diminimalisir secara maksimal," katanya.

Apel siaga tersebut diikuti oleh sekitar 1.600 personel gabungan dari berbagai unsur dan diakhiri dengan simulasi patroli udara menggunakan helikopter sebagai bentuk kesiapan menghadapi puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026