Logo Header Antaranews Sumsel

Polisi periksa rumah di Duren Sawit, tempat ditemukan tengkorak kepala manusia

Sabtu, 10 Mei 2025 09:06 WIB
Image Print
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly di Polres Metro Jakarta Timur, Jumat (9/5/2025). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Jakarta (ANTARA) - Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) mengecek seluruh sisi rumah di Jalan Nusa Indah 4, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur yang menjadi tempat penemuan tengkorak diduga kepala manusia.

"Iya pasti. Kita lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di seluruh rumah itu, untuk mengecek apakah selain tengkorak, ada juga tulang-tulang yang lain di sekitar rumah itu," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.

Penemuan tengkorak itu terjadi pada Rabu (7/5) malam. Nicolas menyebut, saat melakukan olah TKP usai mendapatkan laporan itu, pihaknya tak menemukan tulang-tulang bagian tubuh manusia yang lainnya.

"Hasil olah TKP, kami hanya menemukan tengkorak (diduga kepala). Tidak ada tulang-tulang lain yang kita temukan terkait pelaporan itu," ujar Nicolas.

Baca juga: Seorang pria tewas di Kalideres, diduga korban pembunuhan

Hingga saat ini, kasus penemuan tengkorak di plafon rumah itu masih dalam tahap penyelidikan.

Kepolisian juga masih menunggu hasil pemeriksaan Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri) Kramat Jati, Jakarta Timur untuk mengetahui jelas identitas tengkorak tersebut.

"Jadi dari situlah kami akan melakukan penyelidikan apakah itu tengkorak manusia, umurnya berapa, dan kapan meninggalnya. Jadi seraya menunggu hasil pemeriksaan ahli, kami tetap melakukan penyelidikan," jelas Nicolas.

Sebelumnya, warga Jalan Nusa Indah 4, Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, diramaikan oleh penemuan tengkorak yang diduga kepala manusia di salah satu rumah warga, Rabu (7/5) malam.

Baca juga: Terdakwa pembunuh jurnalis di Kalsel dongkol dipaksa menikahi korban

Pemilik rumah, Imam mengaku dirinya sudah mengetahui keberadaan tengkorak tersebut sejak lama. Imam dan keluarga memilih untuk membiarkan tengkorak tersebut.

"Pas saya mau pindah dari sini, kan saya pindah ke rumah seberang. Itu sudah ada, tapi saya biarkan saja. Enggak saya apa-apakan," kata Imam di Jakarta, Rabu (7/5).

Lalu, Imam mengaku tak mengetahui asal-usul tengkorak tersebut. Apalagi sepengetahuan dia, anggota keluarganya tidak ada yang menyimpan benda-benda semacam tengkorak.

Baca juga: Anak bunuh ibu di OKU Timur gunakan senjata rakitan milik ayah



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026