Logo Header Antaranews Sumsel

Peneliti BRIN: Panen raya komitmen Presiden tuntaskan persoalan pangan

Senin, 7 April 2025 18:39 WIB
Image Print
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan panen padi menggunakan combine harvester pada Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4/2025). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Seperti kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) yang tidak boleh kurang dari Rp6.500 per kilogram, serta pemangkasan alur distribusi pupuk.

Ia meyakini dengan kebijakan ini para petani akan lebih termotivasi untuk melakukan penanaman pada periode tanam April hingga September.

"Kebijakan harga gabah dan pupuk, dan lain-lain baru diluncurkan awal pemerintahan. Sepertinya untuk musim tanam satu belum terlalu berdampak. Kemungkinan bisa terasa musim tanam kedua karena petani akan termotivasi untuk tanam padi. Kita tunggu periode tanam April - September 2025," ujarnya pula.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali peran vital petani dalam menjaga kedaulatan negara saat menghadiri panen raya padi serentak di 14 provinsi, yang dipusatkan di Majalengka, Jawa Barat, Senin.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan mendalam kepada para petani sebagai tulang punggung bangsa.

"Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan, tidak ada negara. Tanpa pangan, tidak ada NKRI," kata Presiden di hadapan ribuan petani dan tamu undangan, diikuti dalam jaringan (daring) Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin.

Kepala Negara juga mengapresiasi laporan dari beberapa daerah, termasuk Ngawi, Jawa Timur yang berhasil meningkatkan produktivitas padi dengan penggunaan pupuk yang lebih minim, sebagai langkah awal menuju pertanian yang mandiri dan berkelanjutan.

 

 


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Peneliti BRIN: Panen raya komitmen Presiden tuntaskan persoalan pangan

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026