
Joko Anwar ungkap makna baju tahanan kuning sebagai simbol harapan di Film Ghost in the Cell

Jakarta (ANTARA) - Sutradara Joko Anwar menjelaskan makna filosofis di balik pemilihan warna kuning pada baju tahanan dalam film terbarunya yang berjudul Ghost in the Cell dalam sesi wawancara seusai pemutaran film di Jakarta, Kamis (9/4).
"Sebenarnya ini lebih ke monster. Lebih ke monster, ya kuning lah. Warna ini memberikan semacam harapan bagi dunia yang begitu kelam (dalam film)," kata Joko dalam sesi wawancara seusai pemutaran film di Jakarta, Kamis (9/4). Film bergenre thriller tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 16 April 2026.
Joko mengungkapkan bahwa tim produksi sempat mempertimbangkan penggunaan warna lain untuk seragam para tahanan, seperti biru atau hijau. Namun, pilihan tersebut akhirnya dianulir karena karakteristik warnanya yang dianggap terlalu menenangkan dan kurang mewakili visi artistik yang ingin dicapai.
"Biru warna yang sangat menenangkan, kami tidak jadi pilih. Terus kami juga ada pilihan warna hijau. Hijau juga sangat menenangkan, walaupun banyak orang bilang bahwa hijau adalah warna korupsi dalam bahasa film," jelasnya.
Melalui karya terbarunya ini, Joko menyisipkan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga asa meski berada dalam situasi tersulit sekalipun. Menurutnya, harapan sekecil apa pun tetap memiliki nilai penting bagi masa depan.
"Kita mungkin bisa putus asa, tetapi tidak boleh putus asa 100 persen. Karena apa? Pasti ada 10 persen yang masih punya harapan dan memberikan kontribusi positif bagi masa depan," ujar sutradara yang telah menggarap naskah ini sejak 2018 tersebut.
Joko Anwar mengembangkan cerita Ghost in the Cell dalam kurun waktu tujuh tahun berdasarkan hasil pengamatannya terhadap fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.
Dalam film ini, ia menggunakan latar penjara sebagai metafora untuk menggambarkan bagaimana sebuah sistem dapat membatasi ruang gerak dan pemahaman warga terhadap realitas yang sebenarnya terjadi.
Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
