
Pemprov Sumsel gandeng investor swasta bangun Pelabuhan Tanjung Carat

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) melibatkan investor swasta dalam pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin sebagai upaya memperkuat infrastruktur logistik daerah.
Gubernur Sumsel Herman Deru usai kegiatan peluncuran proyek Pelabuhan Tanjung Carat di Palembang, Kamis, mengatakan pelibatan investor swasta dilakukan untuk mempercepat realisasi pembangunan tanpa membebani keuangan daerah.
"Pendanaan proyek ini yang jelas, tanpa APBN, tanpa APBD. Ini mengandalkan investasi dari swasta, pemerintah pusat, dan juga pihak lainnya," katanya.
Relokasi fungsi pelabuhan ke Tanjung Carat, lanjutnya, didasarkan pada evaluasi terhadap kondisi Pelabuhan Boom Baru yang berada di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan dan kerap memicu kepadatan lalu lintas.
Untuk itu, ia mengatakan pemerintah membuka peluang seluas-luasnya bagi calon investor agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan pelabuhan tersebut melalui kanal digital guna menjamin transparansi untuk proses seleksi mitra strategis.
Pemprov Sumsel optimistis proyek tersebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan serta memperkuat posisi daerah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Indonesia.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pembangunan pelabuhan baru itu merupakan solusi untuk mengurai hambatan logistik di Sumsel, khususnya dalam mendukung aktivitas ekspor dan impor.
Proyek tersebut saat ini telah memasuki tahap ke-11 dari total 15 tahapan administratif dan teknis yang harus dipenuhi.
Selain itu, ia mengatakan pembiayaan proyek tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan mengandalkan investasi swasta dan mitra strategis lainnya.
Konstruksi fisik, menurut dia, dijadwalkan mulai berjalan pada kuartal ketiga 2026, sementara peletakan batu pertama ditargetkan pada kuartal keempat tahun yang sama.
“Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai target dan selesai pada 2028 atau paling lambat 2029,” katanya.
Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
