Logo Header Antaranews Sumsel

BPBD OKI siaga hadapi karhutla di 16 kecamatan

Kamis, 16 April 2026 15:44 WIB
Image Print
Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. ANTARA/HO-BPBD Sumsel

Palembang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 16 kecamatan.

Sekretaris BPBD OKI Nova Triyussanto saat diwawancarai dari Palembang, Kamis, mengatakan pihaknya telah melakukan pemetaan wilayah rawan karhutla sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau.

“Dari hasil pemetaan yang kami lakukan, terdapat 101 desa yang masuk wilayah rawan karhutla. Ratusan desa itu tersebar di 16 kecamatan di OKI,” katanya.

Ia menjelaskan mayoritas desa rawan karhutla tersebut berada di kawasan dengan karakteristik lahan gambut, sedangkan sebagian kecil lainnya berada di lahan mineral.

“Mayoritas wilayah yang rawan karhutla memiliki karakteristik lahan gambut,” jelasnya.

Sementara itu, dua kecamatan yang tidak masuk kategori rawan berdasarkan hasil pemetaan yakni Mesuji Makmur dan Lempuing. Meski demikian, kedua wilayah tersebut tetap menjadi perhatian.

“Dua daerah itu tidak termasuk wilayah rawan, namun tetap diwaspadai,” ujarnya.

BPBD OKI juga menetapkan sejumlah kecamatan sebagai prioritas penanganan karena memiliki jumlah desa rawan terbanyak.

Kecamatan Tulung Selapan tercatat memiliki 15 desa rawan karhutla, disusul Cengal 14 desa, Sungai Menang 11 desa, Pangkalan Lampam 10 desa, dan Kayu Agung sembilan desa.

Selanjutnya, Kecamatan Jejawi dan Pampangan masing-masing tujuh desa, Pedamaran dan Tanjung Lubuk masing-masing enam desa, Lempuing Jaya empat desa, serta Pedamaran Timur tiga desa.

Lalu, Kecamatan Mesuji, Mesuji Raya, Teluk Gelam, dan SP Padang masing-masing dua desa, sedangkan Air Sugihan satu desa.

"Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD OKI dalam menyiapkan upaya pencegahan dini, patroli lapangan, serta koordinasi lintas instansi guna menekan risiko karhutla," katanya.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026