Logo Header Antaranews Sumsel

Kemenag Sumsel ingatkan kepala sekolah MTs prioritaskan pendidikan akhlak

Rabu, 15 April 2026 20:09 WIB
Image Print
Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan. ANTARA/HO/Kemenag Sumsel

Palembang (ANTARA) - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan mengingatkan para kepala madrasah tsanawiyah (MTs) di wilayah itu, untuk menempatkan pendidikan akhlak sebagai prioritas utama guna menjaga tren positif kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan agama.

Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan di Palembang, Rabu, menerangkan posisi madrasah saat ini telah menjadi pilihan utama bagi orang tua bukan sekadar karena kurikulumnya, melainkan karena harapan besar terhadap pembentukan karakter anak.

"Pendidikan agama dan akhlak harus tetap menjadi prioritas nomor satu. Harapan setiap orang tua adalah agar anak-anak mereka memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang baik. Madrasah adalah tempat yang diamanahi untuk menjaga harapan tersebut," katanya.

Ia menekankan agar tidak ada kebijakan yang justru membebani masyarakat atau menciptakan citra negatif.

Beberapa poin penting yang ditekankan bagi kepemimpinan madrasah meliputi pendidikan karakter, fokus pada pembentukan akhlakul karimah sebagai identitas utama siswa madrasah.

Kemudian penguatan aqidah, melalui menanamkan dasar keagamaan yang kokoh namun tetap moderat. Kemudian memastikan proses penerimaan siswa transparan dan akuntabel karena menyangkut kepercayaan publik.

Ia menilai, madrasah saat ini telah berevolusi menjadi lembaga yang sangat diminati karena mampu melakukan integrasi keilmuan menggabungkan pengetahuan umum, keterampilan, dan ilmu agama secara seimbang.

"Jangan melakukan hal-hal yang justru membuat situasi menjadi lebih sulit dari kondisi normal. Kepercayaan masyarakat tumbuh karena madrasah dinilai mampu memberikan nilai tambah dibandingkan sekolah umum lainnya," ujarnya.

Peringatan ini disampaikan sebagai langkah strategis bagi para kepala MTs di Sumatera Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjawab tantangan moral di era digital melalui penguatan nilai-nilai religius di sekolah.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026