Logo Header Antaranews Sumsel

Merawat Bumi, tanah, dan air ala Kung fu Panda

Senin, 6 Mei 2024 09:10 WIB
Image Print
Petugas merawat bambu di arboretum bambu di Udjo Ecoland, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (6/2/2023). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.
Pada masyarakat Bali, tanaman bambu lestari berkat adanya Konsep Tri Hita Karana dalam ajaran agama Hindu Bali yang dianut mayoritas penduduknya.

Konsep Tri Hita Karana adalah konsep berdasarkan filosofi kehidupan tangguh masyarakat Hindu Bali mengenai keseimbangan hubungan vertikal, yakni dengan Tuhan, serta hubungan horizontal, yakni antar manusia dan lingkungannya.

Di Desa Palingpuran seluas kurang lebih 112 hektare, masyarakat menjaga kelestarian hutan bambu selama ratusan tahun. Masyarakat menyadari ragam manfaat dari bambu sehingga bambu pun menjadi salah satu kearifan lokal yang masih dipertahankan hingga kini.

Termasuk manfaat hutan bambu sebagai kesiapsiagaan bencana dan sebagai daerah tangkapan air.

Bahkan, terdapat kesepakatan bersama (awig-awig) dalam bahasa setempat, yang menjadikan hutan bambu seluas 45 hektare di utara desa.

Menariknya, selain sebagai penyeimbang ekosistem di Desa Panglipuran, hutan bambu sebanyak 14 jenis di desa tersebut, menjadi daya tarik menarik wisatawan. Butuh 1 jam untuk menuju hutan bambu dengan berjalan kaki.

Namun, bersepeda juga dapat dilakukan melalui jalur trekking. Harmoni berupa gemericik helai dedaunan dan batang bambu dapat dinikmati wisatawan. Keasrian lokasi pun dapat pula menjadi obyek favorit yang instagramable, dan kecantikan lokasi pun sering dijadikan latar foto pre-wedding.

Tentu bukan hal mustahil, dengan melihat aneka ragam manfaat bambu itu, bangsa Indonesia dapat kembali memperluas penanaman bambu.

Penanaman bambu guna keberlanjutan ekologis habitat dan mencegah bencana seperti banjir, erosi, longsor, dan kekeringan idealnya harus didukung bersama.

Tak kalah penting, bambu juga dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi warga desa selain manfaat ekologis dengan konsep ekowisata hutan bambu.


*) Penulis adalah Peneliti di Kementerian Pertanian (Kementan) dan di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Merawat Bumi, tanah, dan air ala Kung Fu Panda

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026