
BPBD OKU butuhkan tambahan peralatan penanggulangan kebakaran hutan-lahan

Baturaja (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) di Provinsi Sumatra Selatan membutuhkan tambahan peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
"Peralatan, sarana, dan prasarana yang ada saat ini dinilai masih kurang sehingga dalam penanggulangan karhutla petugas sering kali menemukan kendala di lapangan," kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi BPBD OKU Gunalfi di Baturaja, Minggu.
Dia mengatakan bahwa mesin pompa dan selang untuk memadamkan kebakaran sebagian sudah rusak dan perlu diganti.
Selain itu, kata dia, BPBD hanya punya satu mobil tangki air sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman saat kebakaran hutan dan lahan terjadi di lebih dari satu tempat pada waktu hampir bersamaan.
"Untuk membeli sendiri (tambahan mobil tangki) kami terkendala anggaran yang sangat minim," katanya.
Ia mengatakan bahwa BPBD OKU sudah mengajukan permintaan bantuan peralatan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ke BPBD Provinsi Sumatera Selatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Gunalfi mengemukakan bahwa dukungan peralatan yang memadai dibutuhkan untuk mengoptimalkan upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di 13 kecamatan di wilayah Kabupaten OKU.
Menurut dia, BPBD selama Agustus-September 2023 menangani enam kejadian kebakaran hutan dan lahan. Selama kurun itu kebakaran hutan dan lahan terjadi di Bukit Pelangi, Terusan, Air Paoh, Tuboan, Lengkiti, dan Tanjung Baru.
Ia menambahkan, terakhir kebakaran meliputi lahan kosong seluas dua hektare di Desa Tanjung Baru pada Jumat (15/9).
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
