Logo Header Antaranews Sumsel

Masyarakat diingatkan ancaman ransomware modern makin berbahaya

Selasa, 25 Juli 2023 16:24 WIB
Image Print
Founder AwanPintar.id/CTO Prosperita Yudhi Kukuh (kiri), Chief Marketing Officer Prosperita Mitra Indonesia Chrissie Maryanto (tengah), dan Safetica Regional Sales Director (CEE, MEA, APAO) Lubos Milan berfoto bersama dalam media briefing Prosperita Solutions Day 2023 di Shangri-La Hotel, Jakarta, Selasa (25/7/2023) (ANTARA/Fathur Rochman)
Jakarta (ANTARA) - PT Prosperita Mitra Indonesia mengingatkan adanya ancaman ransomware modern yang semakin berbahaya karena kian canggih dan tertarget.

Chief Technology Officer (CTO) PT Prosperita Mitra Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan bahwa ransomware modern memiliki tingkat ancaman yang lebih tinggi dibanding ransomware "lama".

"Kalau kita bicara ransomware yang model lama dia hanya mengenkripsi setelah itu selesai. Jadi kalau dulu hanya mengenkripsi lalu meminta tebusan, kalau sekarang habis dienkripsi lalu diambil juga datanya. Kalau tidak dibayar akan disebar datanya," ujar Kukuh di Jakarta, Selasa.

Serangan ransomware modern biasanya dioperasikan oleh manusia, membutuhkan kaki-tangan untuk membantu mendapatkan akses ke data sensitif, sehingga sulit bagi korban untuk pulih. Dengan kata lain serangan lebih tertarget.

Dalam operasinya, para pelaku ancaman menggunakan teknik pemerasan ganda, seperti double extortion hingga multiple extortion.

Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026