Palembang (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menertibkan media promosi seperti spanduk yang ditempelkan pada pohon karena dinilai merusak lingkungan.
Direktur Walhi Sumsel Yuliusman di Palembang, Senin, mengatakan pihaknya sering menjumpai pohon dijadikan media promosi baik komersil maupun non komersil di jalanan Kota Palembang.
“Pohon dijadikan media promosi apapun itu seperti spanduk dan sebagainya baik kepentingan bisnis ataupun politik yang dipasang dengan cara diikat, ditempel, ataupun dipaku merupakan tindakan yang merusak lingkungan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pohon itu bukan tempat media untuk promosi, melainkan guna penghijauan kota dan fungsi lindung, dan juga oknum-oknum yang memasang media promosi tersebut tidak memiliki pengetahuan atau kepedulian terhadap lingkungan.
Oleh sebab itu, pihaknya meminta Pemkot Palembang segera ditertibkan media promosi tersebut dan juga bisa menindak oknum-oknum tersebut.
"Sebaiknya secepatnya Pemkot memperbaiki ataupun membersihkannya, karena iklan itu ada tempat khusus yaitu reklame. Kalau bisa juga ditindak oknum-oknum yang menyalahi fungsi pohon sebagai penghijauan," kata Yuliusman.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Ketertiban Umum dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Kota Palembang Cherly mengatakan sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Palembang No.17 Tahun 2017, pemasangan atribut publikasi di fasilitas umum itu tidak diperbolehkan termasuk pada pohon.
Menurut dia, penertiban media promosi masih belum maksimal, karena kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, dan penertiban diprioritaskan pada jalan protokol.
“Banyak media promosi yang melanggar itu tidak sebanding dengan SDM yang dimiliki, sehingga kami hanya fokus pelanggaran yang ada di jalan protokol, sedangkan untuk jalan lingkungan bersinergi dengan pihak kelurahan untuk penertibannya,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga sudah menyurati pemilik atribut yang melanggar peraturan tersebut agar dilakukan penertiban secara mandiri, kata Cherly.
Berita Terkait
Polda Sumsel terus lakukan operasi penertiban tambang ilegal
Selasa, 23 Juli 2024 20:36 Wib
Tim gabungan Polda Sumsel-TNI tutup pengolahan minyak ilegal di Muba
Jumat, 7 Juni 2024 22:30 Wib
Polda Sumsel tingkatkan penertiban kendaraan bermuatan lebih
Jumat, 17 Mei 2024 13:16 Wib
KAI Palembang kosongkan rumah dinas yang ditempati warga tanpa perjanjian
Jumat, 1 Maret 2024 6:46 Wib
Bawaslu Sumsel targetkan H-1 semua APK bersih diturunkan
Senin, 12 Februari 2024 23:41 Wib
Bawaslu OKU: Sejumlah peserta pemilu di OKU turunkan APK sendiri
Minggu, 11 Februari 2024 21:32 Wib
Bawaslu larang warga ambil APK kampanye saat masa tenang
Rabu, 7 Februari 2024 16:18 Wib
Bawaslu OKU cabut APK yang dipaku di pohon
Minggu, 21 Januari 2024 17:48 Wib