Angka kemiskinan di Kabupaten OKU menurun 1,01 digit

id Angka kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia, IPM OKU, Badan Pusat Statistik, Bupati OKU

Angka kemiskinan di Kabupaten OKU menurun 1,01 digit

Bupati OKU Teddy Meilwansah saat audensi bersama BPS setempat, Sabtu. (ANTARA/Edo Purmana/23)

Baturaja (ANTARA) - Angka kemiskinan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, turun 1,01 digit pada 2022 dengan persentase penduduk miskin 11,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya mencapai 12,26 persen.

"Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, angka kemiskinan di OKU turun sebesar 1,01 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKU, Mukti Riadi di Baturaja, Sabtu.

Dia menjelaskan penurunan angka kemiskinan mencapai angka 1 digit lebih ini merupakan suatu prestasi yang sangat luar biasa.

Hal ini juga diikuti oleh variasi lain yang direferensikan ke dalam angka kemiskinan yang semakin mengecil menunjukkan bahwa jika diberikan intervensi kebijakan pemerintah yang tepat dalam memutus mata rantai kemiskinan di OKU akan bisa lebih efektif.

Tak hanya angka kemiskinan, BPS juga mencatat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten OKU di tahun 2022 berada pada level atau kategori tinggi.

Berdasarkan data, kata dia, IPM OKU pada tahun 2022 mencapai 70,24 tumbuh 0,83 persen atau meningkat 0,64 poin dibandingkan capaian tahun 2021.

"IPM OKU mencapai 70,24 artinya sejak berdirinya Kabupaten OKU baru pertama kali inilah pembangunan manusia berpredikat tinggi," ungkap Mukti.

Sementara itu, Penjabat Bupati OKU, Teddy Meilwansyah mengatakan bahwa pencapaian ini merupakan kerja keras dari seluruh pihak termasuk dukungan dari masyarakat di daerah itu.

"Pencapaian ini sangat luar biasa. Artinya, program-program kerja yang kami jalankan tahun lalu bisa dikatakan tepat sasaran dan memberikan dampak positif bagi masyarakat OKU," kata Teddy.

Menurut dia, penurunan angka kemiskinan tersebut berkat beberapa program yang dijalankan Pemkab OKU pada 2022 seperti pembagian bibit tanaman yang dapat meningkatkan ketahanan pangan masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

"Melalui Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) kami membagikan bibit tanaman sayur mayur dan benih ikan air tawar secara gratis kepada warga sehingga perekonomian masyarakat Kabupaten OKU lebih meningkat dari hasil panen tersebut," ujarnya.*