Google mulai perketat iklan terkait pemilu Amerika

id google,iklan pemilu,iklan google,pemilu amerika,donal trump

Google mulai perketat iklan terkait pemilu Amerika

Logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta, Senin (18/11/2019). (ANTARA/Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA) - Alphabet Inc, perusahaan induk Google, mengatakan sudah menghapus pencarian iklan yang meminta bayaran dari para pemilih, bertujuan untuk mendapatkan informasi pribadi terkait pemilihan umum di Amerika Serikat.

Juru bicara Google, dikutip Reuters, Selasa, mengatakan lembaga nirlaba Tech Transparency Project masih menemukan iklan-iklan yang melanggar kebijakan mereka, dengan kata kunci antara lain "daftar untuk memilih", "memilih lewat email" dan "di mana letak TPS saya".

Baca juga: Google Meet manjakan pengguna denan tambah fitur baru mirip Zoom

Baca juga: Google akan hapus riwayat lokasi pengguna map setelah 18 bulan


Tech Transparency Project melaporkan hampir sepertiga dari lebih 600 iklan yang ditemukan di Google Search membawa pengguna ke situs-situs yang meminta bayaran untuk mengambil data pribadi, memasang ekstensi berbahaya di peramban atau memberikan iklan menyesatkan lainnya,

Google menyatakan mereka belum mengetahui bagaimana iklan tersebut bisa lolos karena mereka meninjau secara otomatis maupun manual.

"Kami memiliki kebijakan yang ketat untuk melindungi pengguna dari informasi palsu tentang prosedur pemungutan suara dan jika menemukan iklan yang melanggar kebijakan kami serta berbahaya untuk pengguna, kami menghapus dan memblokir pengiklan untuk memasang iklan serupa," kata Google.

Para penyelenggara platform media sosial diminta untuk mengatasi misinformasi menjelang Pemilu Presiden di Amerika Serikat pada November mendatang.

Baca juga: Google Maps mungkinkan pengembang buat game seperti Pokemon-Go

Baca juga: Google Meet punya pintasan mulai konferensi video dengan cepat

Baca juga: Google akhiri layanan cetak foto berlangganan
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar