Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel minta pengembangan desa binaan dimaksimalkan

Rabu, 28 November 2018 16:29 WIB
Image Print
Staf Khusus Perubahan Iklim Gubernur Sumatera Selatan Najib Asmani (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan minta pengembangan desa binaan melalui program lanskap terus dimaksimalkan karena manfaatnya cukup besar dalam meningkatkan perekonomian hijau masyarakat.

"Hal ini karena lanskap merupakan restorasi areal sekaligus menciptakan ekonomi hijau sehingga perlu dikembangkan," kata Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani di Palembang, Rabu.

Memang, lanjut dia, saat ini lanskap yang dilaksanakan Kelola Sendang telah membina 21 desa dengan berbagai kegiatan seperti perkebunan, perikanan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Desa binaan itu sudah menunjukkan hasil sehingga masyarakat yang dibina tersebut telah merasakan program tersebut, ujarnya.

Namun diharapkan desa binaan tersebut terus ditambah dan programnya dikembangkan sehingga kawasan ekonomi hijau daerah ini semakin luas.

Dia mengatakan areal lanskap di Sumsel saat ini baru dua kabupaten yakni Banyuasin dan Musi Banyuasin dengan luas areal lebih kurang 2,6 juta hektare.

Pimpinan Proyek Kelola Sendang Damayanti Buchori saat pertemuan dengan Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan proyek tersebut sangat inovatif karena berbagai elemen termasuk pemerintah menciptakan pertumbuhan ekonomi hijau.

Memang, lanjut dia, saat ini pihaknya masih mengutamakan 21 desa binaan yang lokasinya tersebar dari taman berbak Sembilang ke suaka marga satwa Dangku.

Mengenai program sendiri pihaknya membangun model kemitraan bagaimana bisa konservasi hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan serta membangun bisnis yang sustainable, ujar dia.

Sementara untuk desa binaan yang telah dilaksanakan itu antara lain telah melakukan pembinaan terhadap perambah, mendidik petani karet dan sawit rama lingkungan, tambah dia.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026