Logo Header Antaranews Sumsel

Masyarakat gambut bahas perekonomian ramah lingkungan

Rabu, 2 Mei 2018 22:44 WIB
Image Print
Arsip- Delegasi The First Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting mengunjungi Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut . (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Masyarakat gambut Indonesia membahas tentang perekonomian yang ramah lingkungan di lahan tersebut melalui Jambore nasional di Taman Sahbirin, Desa Kiram, Banjar, Kalimantan Selatan.

Staf Khusus Gubernur Bidang Perubahan Iklim Najib Asmani di Palembang, Rabu mengatakan, pihaknya mengikuti jambore nasional masyarakat gambut selama tiga hari.

Jambore masyarakat gambut dihadiri tujuh provinsi diantaranya Sumsel, Riau, Jambi dan Kalimantan Selatan, ujar dia.

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas perkembangan perekonomian di lahan gambut.

Selain itu juga memperkenalkan keberhasilan masyarakat dalam mengelola lahan gambut yang ramah lingkungan, kata dia.

Dia mengatakan, namun yang lebih penting lagi dalam jambore tersebut juga dibahas peraturan daerah tentang restorasi gambut.

Bahkan, lanjut dia, dalam jambore tersebut juga diperkenalkan tata cara membuka lahan gambut tanpa membakar.

Apalagi lahan gambut bila terbakar sulit untuk dipadamkan sehingga perlu diantisipasi, ujar tim Badan Restorasi Gambut Sumsel itu.

Sehubungan itu bagi daerah yang memiliki lahan gambut ikut serta dalam jambore tersebut karena hasilnya sangat bermanfaat dalam pelestarian lingkungan.

Sementara Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead pada jambore tersebut mengatakan, sekitar 2000 pemangku kepentingan mulai dari petani hingga pembudidaya dari tujuh provinsi prioritas restorasi gambut mengikuti jambore tersebut.

Dalam pertemuan itu masyarakat berbagi apa yang telah dipelajari selama dua tahun terakhir dalam mengelola lahan gambut tersebut, tambah dia.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026