Ketika legislator incar kursi kepala daerah

id pilkda,pemilu,pilkada damai,berita palembang,berita sumsel,antara sumsel,anggota dprd,kepala daerah

Tes Kesehatan Peserta Pilkada Sumsel . (ANTARA Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

....39 pasangan calon kepala daerah itu ada yang diusung partai politik dan ada pula maju dari jalur perseorangan....

Palembang (Antaranews Sumsel) - Memasuki tahun politik 2018 tampaknya lebih semarak, karena berbagai kalangan masyarakat banyak yang memutuskan untuk terjun pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018.

Mulai dari kalangan birokrat, pengusaha, akademisi, artis dan lainnya termasuk para legislator pun ikut ambil bagian untuk mengikuti pesta demokrasi lima tahunan itu meskipun harus mengundurkan diri sebagai wakil rakyat di DPRD.

Seperti halnya di DPRD Sumatera Selatan, sedikitnya ada enam orang anggota dewan yang memutuskan untuk mencalonkan diri pada pilkada provinsi Sumsel maupun pilkada di sembilan kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Mereka yang ikut pesta demokrasi itu tersebut mulai dari ketua DPRD Sumsel, wakil ketua DPRD, pimpinan komisi sampai ke anggota dewan.

Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramanda maju sebagai bakal calon wakil gubernur Sumatera Selatan, selanjutnya Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopran Marjani maju sebagai bakal calon bupati Lahat, kemudian Ketua Komisi II DPRD Sumsel Joncik Muhammad maju sebagai bakal calon bupati Empat Lawang.

Selanjutnya sekretaris Komisi II DPRD Sumsel Arkoni maju di pilkada Banyuasin, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Yulius Maulana maju di pilkada Empat Lawang dan anggota DPRD Sumsel A Yani maju sebagai calon bupati Muaraenim pada pilkada serentak 2018.

"Saya maju pada pilkada Muaraenim, karena ingin berbuat lebih banyak lagi dia, sekarang ini dirinya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat di Kabupaten Muaraenim.

Ia mengaku, mendapat dukungan dari tiga partai politik untuk maju pilkada Muaraenim yaitu Demokrat (lima kursi), PKB (tiga kursi) dan Hanura (tiga kursi).

Syarat untuk maju pilkada Muaraenim, bagi parpol atau gabungan partai diperlukan sembilan kursi di DPRD Muaraenim.

Dengan dukungan tiga partai itu sudah cukup untuk maju pada pilkada Muaraenim.

"Dukungan partai ini bagi kami sangat penting, karena disamping kepengurusannya juga konstituennya," ujar Yani yang sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Sumatera Selatan tersebut.

"Prioritasnya Muaraenim untuk rakyat, jadi seluruh potensi yang ada di Muaraenim untuk kepentingan rakyat Muaraenim," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Sumsel Joncik Muhammad mengatakan, dirinya maju pada pilkada Empat Lawang berpasangan dengan Yulius Maulana.

Ia menjelaskan, langkah ke depan yang dilakukan terus sosialisasi di kabupaten tersebut dan setiap minggu ke daerah tersebut.

"Kita berbagi wilayah untuk sosialisasi bertemu dengan masyarakat Kabupaten Empatlawang untuk menyampaikan program ke depan kalau nanti menjadi bupati dan wakil bupati," tutur Joncik.

Untuk maju pada pilkada kabupaten tersebut dibutuhkan tujuh kursi dari 35 kursi DPRD Empatlawang Sumsel, katanya.

                    39 pasang
Sementara itu, Ketua KPU Sumatera Selatan Aspahani menyampaikan kalau pilkada serentak 2018 diikuti 39 pasangan bakal calon baik itu pilkada Sumsel dan pilkada sembilan kabupaten dan kota di Sumsel.

Sebanyak 39 pasangan calon kepala daerah itu ada yang diusung partai politik dan ada pula maju dari jalur perseorangan.

Ia menuturkan, sebanyak 39 pasangan bakal calon kepala daerah di Sumatera Selatan secara serentak mengikuti psikotes dan tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Rumah Sakit Muhammad Hoesin Palembang.

Jadi, seluruh bakal pasangan calon kepala daerah yang berjumlah 39 pasangan calon atau secara individu sebanyak 78 orang itu mengikuti tes secara serentak bidang psikotes dan tes dari BNN, ujarnya.

Sedangkan pada Jumat (12/1) para calon kepala daerah itu mengikuti serangkaian tes kesehatan yang dilakukan oleh tim dokter mulai pagi hari sampai selesai yang dibagi di beberapa tempat.

Para pasangan calon yang mengikuti tes tersebut yaitu empat pasangan calon Gubernur Sumsel, lalu tiga pasangan calon bupati Ogan Ilir dan enam pasangan calon bupati Lahat, sehingga tercatat dalam sehari sebanyak 26 orang.

Selanjutnya pada 13 Januari yaitu empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang, tiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Lubuklinggau dan enam pasangan calon wali kota Pagaralam.

Kemudian pada 14 Januari 2018 yang mengikuti tes kesehatan empat pasangan calon bupati Muaraenim, kemudian tiga pasangan calon bupati Empat Lawang dan lima pasangan calon bupati Banyuasin serta satu pasangan calon wali kota Prabumulih.

Hasilnya, tim dokter atau Ikatan Dokter Indonesia (IDI) akan memplenokan itu pada 15 Januari 2018 dan 16 Januari 2018 diserahkan ke KPU Sumsel dan selanjutnya KPU Sumsel menyampaikannya ke KPU kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada, tuturnya.

Ia menjelaskan, hasilnya hanya dua saja opsinya bilamana memenuhi syarat maka calon tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya. Namun bilamana tidak memenuhi syarat dan masih memungkinkan untuk diganti calon yang tidak memenuhi syarat itu.

"Untuk pelaksanaan sudah kita koordinasikan lebih awal dengan IDI, Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) dan BNN dan secara resmi menunjuk Rumah Sakit Muhammad Hoesin ini sesuai dengan regulasi KPU yaitu rumah sakit tipe A," ujarnya.

Empat pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Sumsel itu adalah Ishak Mekki-Yudha Mahyuddin, Herman Deru-Mawardi Yahya, Dodi Reza Alex-Giri Ramanda, dan Aswari Rivai-Irwansyah.

Kemudian tiga calon bupati-wakil bupati Ogan Komering Ilir adalah Abdiyanto-Made Indrawan, Azhari-Qomarus Zaman dan Iskandar-HM Djakfar Shidiq.

Selanjutnya enam pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Lahat adalah Nopran Marjani-Herliansyah, Bursa Zarnubi-Parhan Berza, Cik Ujang-Heryanto, Purnawarman Kias-Rozi Adiansyah, Hapid Padli-Erlansyah Rumsah dan Dodo Arman-Mayor (purn) Sutrisno.

Kemudian empat pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Palembang, Harnojoyo- Fitrianti Agustinda, Sarimuda-Abdul Rozak, Mularis Djahri-Syaidina Ali dan M Akbar Alfaro-Hernoe Roesprijadji.

Tiga pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Lubuk Linggau, HSN Prana Putra Sohe-H Sulaiman Kohar, H Rustam Effendi-Riezky Aprilia dan H Toyeb Rakembang-Sofyan.

Selanjutnya, enam pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Pagaralam, Alfian Maskoni-M Padli, Hermanto-Musabaqo, Ida Fitriati Basjuni-Arwamsyah, Gunawan-Febrianto, Ludi Oliansyah-HA Fachri dan Novirzah Djazuli-H Suharindi SJ.

Empat pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Muaraenim adalah HJ Shinta Paramita Sari-Syuryadi, H Syamsul Bahri-Hanan Zulkarnain, H Nurul Aman-M Tahmrin AZ dan A Yani-Juarsah.

Tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Empat Lawang yaitu, H Joncik Muhammad-Yulius Maulana, H David Hadrianto Aljufri-HM Eduar Kohar dan H Yulizar Dinoto-H Kison Syahrin.

Lima pasangan bakal calon bupati dan wak bupati Banyuasin, Buya HM Husni Thamri Madani-H Supartijo, Agus Yudiantoro-H Hazuar Bidul Az, H Arkoni MD-H Hazuar Hamid, H Askolani-H Slamet dan H Syaiful Bakhri AR-H Agus Salam.

Selanjutnya bakal calon wali kota dan wakil wali kota Prabumulih, Ridho Yahya-H Andriansyah yang merupakan calon tunggal.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Sumatera Selatan, Rizal Sanif mengatakan sebanyak 20 orang dokter disiapkan untuk memeriksa kesehatan bakal calon kepala daerah di rumah sakit Mohammad Hoesin Palembang itu sesuai dengan spesialis.

Ada spesialis syaraf, mata, penyakit dalam, jantung, bedah, kemudian telinga hidung tenggorokan (THT), kebidanan dan lainnya, jadi semuanya lengkap, ujarnya.
(T.KR-SUS/a011)

Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar