Logo Header Antaranews Sumsel

"Tank boat" salah satu favorit "indo defence"

Rabu, 2 November 2016 14:29 WIB
Image Print
Tank Boat produksi PT Lundin (Ist)

Jakarta (ANTARA Sumsel) - Armada perang di perairan "Tank Boat" produksi lokal PT Lundin menjadi salah satu produk favorit yang dikunjungi oleh para pengunjung pameran perlengkapan tempur Indo Defence di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Dengan membangun miniatur dan panggung berbentuk produk "Tank Boat" pengunjung bisa merasakan sensasi menaiki tank berbentuk kapal, lengkap dengan meriamnya. Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sempat berkunjung lama untuk melihat-lihat keunggulan produk ini bersama dengan pejabat delegasi negara lain.

Menurut data yang dihimpun Antara, Tank Boat ini merupakan produk perang dari PT Lundin yang bekerja sama dengan Pindad dan CMI Defence. Memiliki panjang 18 meter dan mampu mengangkut sebanyak 20 orang.

Meriam dari "Tank Boat" berjenis meriam Cockerill yang pada umumnya menjadi kelengkapan senjata pada light tank dan medium tank di darat. Dalam pameran alat pertahanan Indo Defence tersebut juga diikuti oleh 13 BUMN Industri Strategis produk-produk pertahanan hasil inovasi pada tiga matra industri yaitu darat, udara, dan laut.

Dalam kesempatan ini, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, kegiatan Indo Defence Expo and Forum 2016 juga akan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan pariwisata.

"Penyelenggaraan Indo Defence Expo dan Forum 2016 dapat memberikan manfaat tidak saja di bidang pertahanan tetapi juga memberikan dampak yang besar di ekonomi dan pariwisata termasuk bidang riset perkembangan teknologi bagi kemajuan bangsa," kata Ryamizard.

Pameran diikuti oleh 844 perusahaan baik dari dalam maupun luar negeri yang akan memamerkan produk pertahanan.

Sebanyak 844 peserta perusahaan industri itu berasal dari 573 perusahaan asing dan 271 perusahaan dalam negeri yang bergerak di industri pertahanan.

Sementara itu, sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN RI, F. Harry Sampurno menjelaskan produk hasil BUMN tersebut haruslah mulai mampu berbicara di dunia internasional.

Sebanyak 13 BUMN Industri Strategis tersebut yaitu PT Pindad (Persero), PT Dirgantara Indonesia/DI (Persero), PT DAHANA (Persero), PT Industri Telekomunikasi Indonesia/INTI (Persero), PT Len Industri (Persero) dan PT Industri Nuklir Indonesia/Inuki (Persero).

Selanjutnya, PT PAL Indonesia (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari/DKB (Persero), PT Dok Perkapalan Surabaya/DPS (Persero), PT Industri Kapal Indonesia/IKI (Persero), PT Krakatau Steel/KS (Persero) Tbk., PT Barata Indonesia (Persero), dan PT Boma Bisma Indra/BBI (Persero).



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026