Logo Header Antaranews Sumsel

PT SP2J perluas jaringan gas tahun ini

Rabu, 27 Januari 2016 17:04 WIB
Image Print
Direktur Utama PT SP2J Ahmad Nopan (Foto Antarasumsel.com/Nova Wahyudi/16/den)
....Pemerintah ingin semakin banyak warga yang bisa mengakses gas karena berbiaya murah dan lebih ramah lingkungan. Sejauh ini, minat warga cukup tinggi tapi kerap terkendala tidak adanya jaringan....

Palembang, (ANTARA Sumsel) - Badan Usaha Milik Pemerintah Kota Palembang PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya menargetkan perluasan jaringan gas pada 2016 dengan membidik tiga kawasan padat penduduk.

Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (PT SP2J) Ahmad Novan di Palembang, Rabu, mengatakan, tiga kawasan itu yakni Kasnariansyah, Talang Ratu, dan Ilir Timur I.

"Kemungkinan ada potensi sekitar seribu pelanggan baru di kawasan tersebut, tapi untuk lebih memastikannya, perusahaan akan menggunakan jasa konsultan sehingga rencana ke depan menjadi lebih terarah," kata Novan.

Ia mengemukakan, untuk memperluas jaringan baru tersebut, PT SP2J telah menganggarkan dana Rp5,8 miliar pada tahun ini sesuai dengan persetujuan DPRD Kota Palembang.

Sementara sebelumnya, pada 2015 perusahaan telah memperluas jaringan di Jalan Keluarga, Jalar Irigasi, dan Jalan Ogan untuk menjangkau sekitar 100 sambungan rumah tangga dengan panjang pipa mencapai 3.700 meter.

"Intinya pemerintah ingin semakin banyak warga yang bisa mengakses gas karena berbiaya murah dan lebih ramah lingkungan. Sejauh ini, minat warga cukup tinggi tapi kerap terkendala tidak adanya jaringan," kata dia.

Sejak dipercaya Kementerian ESDM menjadi operator gas kota pada 2010 dengan menjadi percontohan bersama Kota Surabaya, PT SP2J terus memperluas jaringan untuk menambah jumlah pelanggan.

Pada awalnya, PT SP2J diberikan pemerintah aset berupa 1 rumah sektor utama (mrs), 22 rumah sektor, dan 3.311 sambungan rumah tangga.

Kemudian, pada 2013, perusahaan menambah aset sendiri yakni menambah dua unit rumah sektor sehingga per Oktober 2015 terdapat 4.113 jumlah pelanggan.

Sejak mengembangkan unit usaha ini, perusahaan telah memperoleh keuntungan dalam bentuk aset berupa jaringan gas yang bertumbuh setiap tahun.

Pada 2010, aset awal hanya Rp244,490 juta, kemudian pada 2011 bertambah menjadi Rp471,914. Pada 2012 menjadi Rp1,3 miliar, 2014 Rp1,4 miliar, 2014 Rp1,7 miliar, dan pada 2015 berjumlah Rp2,36 miliar per September.



Pewarta:
Editor: Ujang
COPYRIGHT © ANTARA 2026