Logo Header Antaranews Sumsel

Duplikat Jembatan Musi II siap tes beban

Kamis, 26 Maret 2015 14:31 WIB
Image Print
Duplikasi jembatan Musi II memasuki tahap pengetesan (Foto: antarasumsel.com/Fenny Selli/15)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Tim dari Kementerian Pekerjaan Umum akan mengetes kemampuan beban duplikat Jembatan Musi II Palembang Sumatera Selatan, Jumat (27/3), untuk memastikan kelayakan infrastruktur itu bagi masyarakat.


Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Metropolis Palembang Balai Besar Jalan Nasional III Kementerian PU Aidil Fitri di Palembang, Kamis, mengatakan, tim dari pemerintah pusat ini akan melakukan tiga tahap pengetesan yakni kemampuan beban statik, kemampuan beban dinamis, dan perpaduan dari kemampuan beban statik dan dinamis.

"Tim di daerah telah menyiapkan 10 unit truk dengan masing-masing membawa beban seberat 27 ton yang akan melintasi jembatan sepanjang 697 meter selama pengetesan beban," ujar dia.

Setelah pengetesan ini, tim dari Kementerian PU akan mengevaluasi dan melansir hasilnya dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Sementara, untuk hasil uji coba pada pekan lalu yang dilalui kendaraan bertonase rendah, menurut Aidil sudah dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke uji beban.

"Sebenarnya, sudah bisa terlihat secara kasat mata kelayakan satu unit jembatan untuk digunakan pada saat pengetesan beban. Tapi, Kementerian PU memiliki penghitungan teknis sendiri," ujar dia.

Terkait dengan rencana peresmian jembatan tersebut, Aidil mengatakan telah mengajukan permohonan ke Kementerian PU agar diresmikan Presiden Joko Widodo.

Peresmian ini akan digandengkan dengan peresmian Jalan Underpass Simpang Patal yang saat ini sudah digunakan masyarakat.

"Permohonan sudah diajukan untuk pertengahan April ini, jika presiden tidak bisa maka yang meresmikan adalah Menteri PU," ujar dia.

Jembatan Duplikat Musi II ini telah dikerjakan sejak dua tahun lalu dengan menelan dana sekitar Rp200 miliar.

Pembangunan jembatan ini untuk mengurangi beban dari Jembatan Musi II yang sudah melampaui batas ,karena menjadi satu-satunya akses dari Jalan Keramasan menuju Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara.

Jalan ini sering dilalui truk bertonase tinggi yang membawa mineral batu bara, buah kelapa sawit, dan getah karet, katanya.



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026