Logo Header Antaranews Sumsel

PT Xilo Musirawas lokasi diklat KPHP

Selasa, 13 Mei 2014 07:16 WIB
Image Print
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan (Antarasumsel.com/Logo/Aw)

Musirawas, 13/5 (Antara) - PT Xilo Indah Pratama, Muarabeliti, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, menjadi lokasi praktik ratusan peserta pendidikan dan latihan kesatuan pengelolaan hutan produktif se-Indonesia 2014.

"Kita menerima ratusan peserta Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produktif (KPHP) 2014 diikuti utusan puluhan provinsi dan kabupaten/kota di tanah air," kata manejer PT Xilo Indah Pratama (XIP) Musirawas H Nuhani, Selasa.

Ia mengatakan para peserta itu belajar dan mengetahui cara mengelola bahan baku kayu pulai menjadi pensil karena perusahaan tersebut sudah bermitra dengan dinas kehutanan dan masyarakat setempat sejak tahun 90-an.

Para peserta Diklat itu, kata dia banyak mendulang pengetahuan dan akan menerapkan mengelola kayu pulai di wilayahnya masing-masing karena salah satu tumbuhan yang bisa hidup disemua lahan.

"Kami secara terbuka menerima peserta dan dipandu oleh pejabat Dinas Kehutanan Musirawas mereka sekaligus menanyakan tujuan ekspor pensil slat hingga ke pembibitan dan peserta plasma di wilayah itu," katanya.

Produksi pensil slat dari PT Xilo itu tergantung permintaan pasar, terutama dari Amerika Serikat, Cina dan Jerman, sedangkan bahan baku cukup tersedia.

Cadangan bahan baku kayu pulai perusahaan itu saat ini cukup banyak karena tanaman masyarakat peserta plasma sudah menghasilkan yang luasnya mencapai ribuan hektare dan tersebar di Kabupaten Musirawas, tambahnya.

Kepala KPHP Dinas Kehutanan Kabupaten Musi Rawas Edi Cahyono mengatakan Diklat itu diikuti utusan dari beberapa kota antra lain Bengkulu, Jambi, Lampung, Kerinci, Bogor, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur.

Selain itu peserta dari Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, Aceh, Medan, Gorontalo, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan, tujuan untuk membangun dan mengembangkan KPHP ke depan.

Lokasi Diklat KPHP itu dipusatkan di Bukit Cogong, Desa Sukakarya, Musirawas, yang merupakan salah satu bukit penghijauannya sudah cukup berhasil dan dijadikan obyek wisata alam di wilayah tersebut.

Seorang warga Desa Sukakarya Warnun menyambut baik dan sangat gembira dengan adanya Diklat KPHP di desa tersebut.

"Kegiatan itu akan memperkenalkan desa kami dan Kabupaten Musirawas di tingkat nasoinal khususnya para pecinta alam dan penghijauan," katanya.

Sebagai warga desa wajib menjaga pelestarian alam dan hutan, khusunya di Bukit Cogong ini karena berdampak baik terhadap sumber mata air persawahan ribuan petni di wilayah itu, ujarnya.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026