Logo Header Antaranews Sumsel

BCA garap kelompok masyarakat kelas menengah

Sabtu, 26 April 2014 12:08 WIB
Image Print
BCA (FOTO ANTARA)

Palembang (ANTARA Sumsel) - PT Bank Central Asia fokus menggarap kelompok masyarakat kelas menengah pada 2014 hingga tiga tahun mendatang untuk mendongkrak pertumbuhan bisnis perusahaan, kata Kepala Kantor Wilayah BCA Sumatera Bagian Selatan Darmawan.

"Kelas menengah di Indonesia tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir dan data terakhir mencapai 50 persen dari total jumlah penduduk di Indonesia. BCA sendiri akan menggarap segmen ini hingga tiga tahun ke depan," kata Darmawan di Palembang, Sabtu.

Ia mengemukakan, pihaknya mengamati segmen kelas menengah ini demikian menjanjikan untuk mendongkrak bisnis perusahaan pada sektor pembiayaan (kredit) yang cenderung mengalami penurunan pada 2013.

Menurutnya, bisnis perbankan masih terpengaruh krisis ekonomi global yang terjadi tahun 2012. Meskipun telah membaik pada 2013, namun belum pulih seratus persen.

"Sektor perbankan diperkirakan akan benar-benar pulih di 2015. Untuk menyikapinya, perusahaan akan menyasar segmen yang belum maksimal digarap, seperti kelompok kelas menengah," ujarnya.

Ia menerangkan, perusahaan dalam waktu dekat akan membuka empat hingga lima kantor kas di kawasan berpenduduk kelas menengah.

"Untuk di Palembang akan dibuka kantor kas di kawasan Km 5, Kertapati dan Sekip. Beberapa daerah lain juga akan melakukan hal serupa," ujarnya.

Sementara, terkait dengan realisasi penyerapan kredit dan dana pihak ketiga di wilayah Sumbagsel (Sumsel, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung), ia menerangkan, mengalami stagnan pada triwulan pertama 2014.

Hal ini dipengaruhi pelemahan harga karet di tingkat petani yang berada pada titik terendah yakni Rp5.000 perkilogram.

"Terjadi penurunan hingga 25 persen menjadi 20 persen jika dibandingkan capaian pada triwulan keempat tahun lalu. Keadaan diperkirakan membaik, jika harga karet mulai menyentuh harga Rp8.000 perkilogram pada tingkat petani," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI diketahui populasi kelas menengah Indonesia mencapai 150 juta jiwa atau menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara.

Kenaikan populasi kelas menengah itu mengakibatkan pergeseran gaya hidup seiring dengan kemapanan yang terjadi.



Pewarta:
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026