
Pelatih: Sumsel belum miliki pelari jarak pendek

Palembang (ANTARA Sumsel) - Sumatera Selatan sampai sekarang belum memiliki pelari jarak pendek, menyusul kesulitan dalam mendapatkan atlet berbakat nomor seratus meter, kata Pelatih Atletik Sumsel Sudirman di Palembang, Senin.
"Sumsel sudah lama tidak bisa mencetak atlet lari jarak pendek. Terhitung sejak tahun 2000 hingga saat ini tidak ada atlet sprinter," kata Sudirman.
Ia mengemukakan, Sumsel sempat memiliki sprinter sekitar tahun 1980-an yakni Antonius Maria Sulustio.
Prestasi terbaik Antonius berupa menjuarai Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) untuk kelompok junior.
Setelah itu Sumsel selalu absen pada nomor spesialisasi jarak pendek pada berbagai ajang tingkat nasional.
"Mencetak atlet lari jarak pendek sangatlah berbeda dengan atlet lari jarak menengah dan jauh. Seorang sprinter harus memiliki bakat alami sejak lahir yakni memiliki kecepatan," ujarnya.
Ia melanjutkan, jika tidak memiliki bakat "alam" maka tidak akan mungkin mencetak catatan waktu sesuai dengan standar lari jarak pendek.
"Meski diberikan latihan intensif dalam beberapa tahun pun, jika tidak memiliki talenta dasar berupa kecepatan maka akan sia-sia," ujarnya.
Menurutnya, hal ini yang melatari, Sumsel tidak memiliki pelari jarak pendek (100 meter dan 200 meter).
Namun untuk nomor lari jarak menengah, Sumsel memiliki sejumlah atlet andalan, Denni Hadi Wijaya (lari 400 meter putra), Suyatmi (lari gawang 400 m putri), dan Sri Maya Sari (lari 400 meter putri).
Sedangkan untuk lari jarak jauh Sumsel cukup merajai seiring dengan prestasi Jauhari Johan pada nomor lari jarak 5.000 meter dan 10.000 meter, serta marathon.
"Jadi nama Sumsel sendiri lebih dikenal dengan pelari jarak jauhnya setelah beberapa kali meraih medali SEA Games," ujarnya.
Ia juga menambahkan, PASI Sumsel sendiri saat ini berupaya mencari bibit-bibit atlet atletik melalui kejuaraan-kejuaraan nasional tingkat pelajar, seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD dan SMP.
"Jika pada suatu kejuaraan ada siswa yang bagus (catatan waktu masuk standar, red) maka akan langsung ditawari menjadi atlet. Sejauh ini, upaya mendapatkan atlet berprestasi terbilang cukup terpenuhi, hanya saja masih sulit mendapatkan atlet lari jarak dekat," katanya.
Pewarta: Oleh: Dolly Rosana
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
