Logo Header Antaranews Sumsel

Pemprov Sumsel maksimalkan posko pengaduan KDRT

Jumat, 14 Februari 2014 16:02 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan memaksimalkan posko pengaduan kekerasan dalam rumah tangga supaya dapat menindaklanjuti keluhan kaum perempuan dan anak.

"Sekarang ini kasus pengaduan masih minim sehingga perlu dimaksimalkan lagi keberadaan posko," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemerintah Provinsi Sumsel, Susna Sudarti kepada wartawan di Palembang, Jumat.

Masih minimnya pengaduan, menurut dia, kemungkinan kalangan kaum hawa masih merasa malu untuk membuka kondisi rumah tangganya.

"Kaum ibu masih malu jika aib rumah tangga mereka diketahui masyarakat sehingga pengaduan masih minim," katanya.

Oleh karena itu pihaknya akan memaksimakan posko tersebut sehingga bila terjadi kekerasan dalam rumah tangga dapat ditindaklanjuti.

Bahkan, pihaknya akan menjemput bola dan bila ada informasi terjadinya kekerasan dalam rumah tangga akan didatangi.

Kesemuanya itu dilakukan supaya dapat menekan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, katanya.

Mengenai jumlah kekerasan dalam rumah tangga, dia mengatakan, berdasarkan data yang didapat pihaknya di Palembang masih mendominasi pada 2013 terjadi 84 kasus, disusul Ogan Komering Ilir ada 22 kasus selanjutnya Banyuasin 19 kasus.

Ia menambahkan, itu data yang didapat pihaknya bukan pengaduan melalui posko di kantor Pemerintah Provinsi Sumsel..



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026