
Pencopet resahkan pedagang Pasar 16 Ilir Palembang

Palembang (ANTARA Sumsel) - Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya Apriadi S Busri meminta aparat kepolisian menangkap para pencopet yang marak beroperasi di Pasar 16 Ilir, karena omzet pedagang menjadi menurun akibat warga ketakutan berbelanja.
"Kami mohon agar aparat menangkap dan menghukum pencopet yang kerap beraksi di pasar tersebut," katanya di Palembang, Kamis.
Menurut dia, pihaknya telah memasang pengumuman berupa poster-poster yang ditempel di dinding gedung Pasar 16 Ilir.
Pengumuman tersebut meminta agar masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional terbesar di Sumatera Selatan itu hati-hati dalam menjaga uang dan barang bawaan mereka.
Ia mengatakan, informasi yang mereka himpun pencopet tersebut setiap menjalankan aksinya mengincar korban dengan cara berkelompok.
Kelompok pencopet itu terdiri atas perempuan yang berdandan layaknya ibu-ibu masa kini.
Dia menjelaskan, pihaknya berharap aparat kepolisian segera menangkapi pelaku tindak kriminal itu, karena aksi pencopet tersebut berdampak pada menurunnya omzet pedagang di kawasan Pasar 16 Ilir khususnya di lantai "basement" dikenal paling banyak beraksi.
Sementara salah satu pedagang pakaian mengaku takut melaporkan pelaku pencopetan tersebut karena mereka kelak diancam.
"Pernah salah seorang pedagang melaporkan dampaknya pakaian yang mereka jual di robek-robek pelaku," katanya.
Namun, ia menambahkan sangat berharap aparat tegas menangkapi pelaku kriminal di pasar tersebut.
Akibat aktivitas pencopet itu selain meresahkan pedagang, juga berakibat pada sepinya pengunjung pasar, katanya.
Pewarta: Oleh: Nila Ertina
Editor: M. Suparni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
