Logo Header Antaranews Sumsel

Palembang inflasi 0,24 persen

Senin, 3 Desember 2012 21:37 WIB
Image Print

Palembang (ANTARA Sumsel) - Kota Palembang, Sumatera Selatan, mengalami inflasi sebesar 0,24 persen pada November 2012, sedangkan inflasi secara nasional 0,07 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik Sumsel H Baehdi Ruswana.

Baehdi di Palembang, Senin mengatakan inflasi tersebut ditunjukkan oleh kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,69 persen pada Oktober 2012 menjadi 133,01 persen di bulan November 2012.

Inflasi pada November di kota ini disebabkan oleh kenaikan IHK pada kelompok kesehatan (1,20 persen), diikuti kelompok sandang (0,55 persen), perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,28 persen).

Sedangkan bahan makanan (0,24 persen), makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,07 persen), pendidikan, rekreasi dan olahraga (0,04 persen) dan kelompok transportasi dan jasa keuangan (0,01 persen).

Ia menjelaskan, inflasi tahun kalender 2012 di Kota Palembang adalah 2,39 persen, dan inflasi November 2012 terhadap November 2011 sebesar 2,74 persen.

Berdasarkan pantauan harga pada 66 kota di Indonesia, menunjukkan bahwa 33 kota mengalami inflasi dan 33 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Kota Ternate (0,01 persen), terendah di Kota Jember (0,03 persen).

Sementara, deflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari (-0,96 persen) dan terendah di Kota Semarang, Tanggerang, Mataram dan Singkawang masing-masing (-0,01 persen), katanya.

Pantauan harga 360 komoditas pada sejumlah pasar tradisional seperti Pasar 16 Ilir, Cinde, Lemabang dan Pasar KM-5 termasuk beberapa pasar modern di Kota Palembang, November 2012 secara umum mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Berdasarkan pantauan 360 komoditas tersebut, terdapat 71 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 28 komoditas terjadi penurunan dan sisanya tidak mengalami perubahan," kata Baehdi.

Dijelaskannya, komoditas yang kenaikan harganya memberikan andil cukup berarti terhadap inflasi tersebut adalah bawang merah sebesar 40,54 persen dan emas perhiasan 1,15 persen, diikuti obat-obatan dengan resep, semen dan beras.

Kenaikan harga bawang merah sebesar 40,54 persen memberikan andil inflasi 0,04 persen, kenaikan harga semen dan beras masing-masing 5,55 persen dan 0,56 persen, menambah inflasi 0,03 persen. (ANT-M033)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026