Logo Header Antaranews Sumsel

BPS pastikan data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik

Senin, 29 Juni 2026 08:31 WIB
Image Print
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan pidato saat menghadiri semarak sensus ekonomi milik rakyat wong kito 2026 di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (28/6/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan BPS Kota Palembang menyelenggarakan semarak sensus ekonomi milik rakyat wong kito 2026 yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi 2026 di Sumatera Selatan melalui keterlibatan aktif seluruh unsur Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/bar (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan seluruh data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti di Palembang, Minggu, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir memberikan data kepada petugas sensus, karena informasi yang dihimpun tidak akan digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun pungutan lainnya.

Data yang akurat akan membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Data yang kami kumpulkan ini nanti akan memberikan manfaat yang luar biasa kepada masyarakat. Masyarakat akan terdata artinya mereka akan punya suara untuk kebijakan. Kalau masyarakat terdata mereka juga tidak akan terlewat untuk mendapatkan intervensi kebijakan dari pemerintah," katanya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan komitmen bersama antara BPS, pemerintah pusat, pemerintah daerah, petugas sensus, dan masyarakat untuk menghasilkan data ekonomi yang berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS menerjunkan 7.588 petugas yang akan melakukan pendataan di 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Hingga saat ini, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Sumatera Selatan telah mencapai sekitar 20 persen, sedangkan secara nasional realisasinya mencapai sekitar 25 persen.

BPS juga mengimbau seluruh petugas menjalankan tugas secara profesional, sopan, dan sesuai standar pelatihan.

Masyarakat diharapkan menerima kedatangan petugas dengan baik karena pendataan tersebut semata-mata dilakukan untuk menghasilkan data statistik yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan keberhasilan Sensus Ekonomi memerlukan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga tingkat desa, petugas sensus, dan masyarakat sebagai responden.

"Ada tiga komponen yang harus bekerja luar biasa. Satu pemerintah daerah sampai pemerintah desa, kedua petugas sensus itu sendiri, ketiga masyarakatnya. Kita ingin membangun yang tepat sasaran berdasarkan data, tidak bisa membangun hanya karena selera dan feeling (perasaan) saja," ujarnya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPS pastikan data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026