Logo Header Antaranews Sumsel

BPS: Sumsel inflasi 0,06 persen pada Agustus 2026

Rabu, 2 September 2026 11:07 WIB
Image Print
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri

Palembang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,06 persen pada Agustus 2026, setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,24 persen.

Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto di Palembang, Selasa, mengatakan inflasi tersebut terutama dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran, dengan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil terbesar.

"Dari 11 kelompok pengeluaran, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil inflasi tertinggi sebesar 0,07 persen pada Agustus 2026," katanya.

Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga memberikan andil 0,01 persen.

Kemudian, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok pendidikan, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Sementara itu, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,47 persen dengan memberikan andil deflasi sebesar 0,06 persen.

Wahyu mengatakan deflasi pada kelompok transportasi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo dari sebelumnya Rp19.750 menjadi Rp18.700 per liter.

"Lima komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada Agustus 2026 terbesar, yaitu daging ayam ras, emas perhiasan, beras, kacang panjang, dan jagung manis," ujarnya.

Secara tahunan (year on year/yoy), Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 2,60 persen pada Agustus 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi pada Agustus 2025 yang mencapai 3,04 persen.

BPS mencatat terdapat tiga kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi tahunan terbesar, yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,83 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,75 persen, serta kelompok transportasi sebesar 0,44 persen.

Adapun lima komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan Sumsel pada Agustus 2026 yakni emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, beras dan minyak goreng.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026