Logo Header Antaranews Sumsel

Budayawan harus berperan dalam melawan korupsi

Senin, 3 Desember 2012 13:58 WIB
Image Print
...Budayawan haruslah ikut berperan untuk memunculkan gerakan moral melawan korupsi, juga untuk melawan gaya hidup hedonisme yang merupakan budaya impor ke anak-anak muda kita...

Pekanbaru (ANTARA Sumsel) - Direktur Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Endjat Djaenuderadjat mengatakan, budayawan harus berperan dalam gerakan melawan korupsi di Indonesia dengan menggali nilai-nilai luhur budaya setempat dan menyampaikan kepada masyarakat khususnya generasi muda.

"Budayawan haruslah ikut berperan untuk memunculkan gerakan moral melawan korupsi, juga untuk melawan gaya hidup hedonisme yang merupakan budaya impor ke anak-anak muda kita," kata Endjat kepada ANTARA pada pembukaan Pameran Budaya Melayu di Lembaga Adat Melayu Riau, Pekanbaru, Senin.

Endjat mencontohkan, banyak nilai-nilai budaya Melayu mengenai cara hidup yang mulai terkikis di masyarakat modern. Contoh nyatanya bisa dilihat dari karya legendaris "Gurindam 12" dari sastrawan Raja Ali Haji.

"Gurindam 12 bukan hanya keindahan kata oleh Raja Ali Haji, tapi pendalaman maknanya sangat tinggi. Karya sastra itu memiliki nasehat berisi nilai-nilai kehidupan yang luhur dalam tiap pasalnya mengenai perbuatan curang, berburuk sangka yang seharusnya ditiadakan," katanya.

Menurut dia, penggalian kembali terhadap nilai-nilai budaya Melayu itulah yang ingin dituangkan melalui Dialog Budaya Melayu pada tanggal 3-5 Desember 2012 di Pekanbaru. Dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggandeng Pemerintah Provinsi Riau dan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau.

Rencananya, Dialog Budaya Melayu akan diikuti oleh 300 orang peserta dari seluruh Indonesia bertemakan "Revitalisasi Kearifan Budaya Melayu, Kini dan Masa Datang". Selain dialog kebudayaan, acara itu juga akan menggelar pagelaran budaya dan pameran kebudayaan Melayu di Balai Adat LAM Riau.

Seminar kebudayaan akan menghadirkan tiga narasumber utama asal Indonesia, yakni Tengku Nasaruddin Said Effendy (Seniman dan Budayawan), Taufik Abdullah (Sejarawan), dan Sangkot Marzuki Batubara (Ilmuwan). Selain itu, juga akan hadir narasumber internasional dari Malaysia, Brunei, Thailand dan rencananya juga dari Singapura dan Filipina.(ANT-F012)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026