Logo Header Antaranews Sumsel

DPRD Sumsel konsultasi uji kompetensi guru

Rabu, 21 November 2012 19:49 WIB
Image Print
Anggota Komisi V DPRD Sumatera Selatan ketika meninjau tiga rumah sakit di Palembang yakni Rumah Sakit Mata, Rumah Sakit Ernaldi Bahar dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Jumat (15/6). (Foto Antarasumsel.com/Susi)

Palembang (ANTARA Sumsel) - Komisi V DPRD Sumatera Selatan melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pendidikan Nasional untuk mengkonsultasikan uji kompetensi guru.

"Kami melakukan kunjungan khusus ke Kemendiknas sehubungan dengan uji kompetensi guru," kata Sekretaris Komisi V DPRD Sumsel Anita Noeringhati di Palembang, Rabu.

Menurut dia, uji kompetensi dilaksanakan di Sumsel beberapa waktu lalu, dari sekian puluh ribu peserta hanya beberapa persen saja yang lulus.

"Jadi, kita ingin tahu sejauh mana dampak dari kompetensi guru itu apakah ada hubungannya dengan kinerja atau sertifikasi," katanya.

Ia mengatakan, kompetensi guru beda dengan sertifikasi dimana sertifikasi bagaimana kinerja juga, lalu kenapa harus uji kompetensi lagi.

Kemudian, apa dampaknya manakala banyak yang tidak lulus dan memang tidak lulus, karena tidak menguasai teknologi informatika (IT), sementara sertifikasi persyaratannya sama.

Ia menyatakan, apakah sosialisasinya kurang dan ini ingin mereka ketahui dampak dari uji kompetensi yang tidak lulus itu apa, kalau memang tidak ada dampaknya kenapa harus diadakan.

"Saya percaya pemerintah melakukan program itu pasti ada suatu tujuan yang baik daripada sebelumnya, namun apakah guru-guru kita miliki sudah siap, apa belum," tuturnya.

Ia menilai, permasalahan ini tidak hanya di Sumsel, tetapi juga di seluruh provinsi mengalami hal serupa, karena sangat ironis pada kenyataannya guru-guru diuji kompetensi banyak tidak lulus.

Sehubungan dengan itu mereka melakukan kunjungan kerja ke Kemendiknas untuk meminta penjelasan, katanya seraya menyampaikan kalau anggaran uji kompetensi guru itu dari APBN. (Susi)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026