
Pengembangan wisata bukit sulap senilai Rp3 miliar

Lubuklinggau (ANTARA Sumsel) - Pemerintah Kota Lubuklinggau, Provinsi Sumatra Selatan menganggarkan dana senilai Rp3 miliar untuk mengembangkan potensi wisata di kawasan Bukit Sulap yang berada tepat ditengah-tengah kota tersebut.
"Untuk mendukung pengembangan potensi pariwisata Bukit Sulap Pemkot Lubuklinggau pada tahun ini telah menganggarkan dana sebesar Rp3 miliar dalam APBD-P 2012, untuk pembangunan areal parkir, kios pedagang souvenir dan beberapa bangunan lainnya," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lubuklinggau, Hartono Djunaidi, Rabu.
Pengerjaan pengembangan kawasan wisata Bukit Sulap tersebut kata dia, ditangani pihaknya karena berkaitan dengan pembangunan fisik yakni bidang cipta karya dan bina marga, mengingat pada tahun sebelumnya dinas PU setempat juga telah membangun jalan aspal sepanjang tiga killometer, tugu dan pos jaga, sedangkan untuk tekhnis pengeolaan ditangani dinas terkait.
Pengembangan kawasan wisata alam Bukit Sulap tersebut kata dia, dilakukan guna membantu mengoptimalikan kawasan wisata itu yang selama ini masih belum dilengkapi berbagai sarana pendukung.
Sementara itu menurut Jamal (34) warga yang berdiam disekitar kawasan Bukit Sulap menyebutkan, setiap hari kawasan ini banyak didatangi pengunjung yang sebagian besar kalangan anak muda, sehingga sayang jika tidak dikelola dengan baik.
"Bukit Sulap ini sudah menjadi ikon daerah, orang tahunya kalau di Lubuklinggau ada Bukit Sulap yang berada ditengah-tengah kota. Pada hari liburan dan hari biasa kawasan ini banyak dikunjungi orang terutama anak muda," katanya.
Bukit Sulap yang berada ditepian Sungai Kelingi, merupakan titik nol kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) untuk wilayah Sumsel, dengan ketinggian 980 diatas permukaan laut terletak dalam wilayah tiga kecamatan yakni Kecamatan Lubuklinggau Utara I dan II serta Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Selain menjadi tempat wisata kawasan ini juga kerap dijadikan objek penelitian mahasiswa dan ilmuan dari dalam maupun luar negeri. (ANT/NMD)
Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026
