Logo Header Antaranews Sumsel

Sumsel kembangkan kampung siaga bencana

Senin, 1 Oktober 2012 11:02 WIB
Image Print
Ilustrasi - Anggota tagana latihan siaga bencana (FOTO ANTARA)
....Kelima kampung siaga bencana itu tersebar di Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin, Lintang Empat Lawang dan Lahat....

Palembang (ANTARA Sumsel) - Dinas Sosial Sumatera Selatan terus berupaya mengembangkan kampung siaga bencana sehingga jika terjadi bencana alam dan bencana ekologi kabut asap pada musim kemarau bisa dengan cepat diatasi masyarakat setempat.

"Hingga September 2012, ada lima kampung siaga bencana di provinsi ini, jumlah tersebut masih relatif sedikit dan akan terus dikembangkan," kata Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sumsel MS Sumarwan di Palembang, Senin.

Kelima kampung siaga bencana itu tersebar di Palembang, Ogan Ilir, Banyuasin, Lintang Empat Lawang dan Lahat, ujar dia.

Menurut Sumarwan, sesuai dengan yang diamanatkan UU No.24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, pihaknya diwajibkan membina masyarakat melakukan langkah antisipasi atau persiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam yang bisa menimbulkan berbagai persoalan sosial.

Salah satu upaya menjalankan amanat UU itu, pihaknya secara bertahap membentuk kampung siaga bencana dan melakukan pembinaan masyarakat untuk menjadi tenaga relawan yang setiap saat bersedia membantu korban bencana alam yang ada di sekitar tempat tinggalnya.

Keberadaan relawan di sekitar kawasan permukiman penduduk, diharapkan bisa memberikan pertolongan secara cepat karena bisa mengetahui setiap peristiwa yang terjadi dan menguasai kondisi lapangan, kata dia.

Dia menjelaskan, dari lima kampung siaga bencana itu, pihaknya telah membina 100 tenaga relawan terlatih di bidang penanggulangan bencana, sehingga jika terjadi bencana alam misalnya banjir, tanah longsor dan lainnya langsung bisa turun ke lokasi kejadian.

Sesuai dengan bekal pengetahuan penanggulangan bencana yang telah diberikan, diharapkan para relawan dapat memberikan pertolongan pertama dan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat yang sedang terkena bencana bisa membuat suasana sejuk sehingga bisa dicegah terjadinya kepanikan atau hal-hal yang tidak diinginkan, ujarnya. (ANT/Y009)



Pewarta:
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2026