
Patung " Mannaken Piss" Belgia kenakan beskap Yogyakarta

London (ANTARA Sumsel) - Patung asli "Manneken Piss" yang menjadi ikon Kota Brussel, Belgia, tidak lagi telanjang, karena Duta Besar RI untuk Brussel, Arif Havas Oegroseno, mengenakan beskap lengkap dengan blangkon Yogyakarta padanya, akhir pekan.
Dubes Havas kepada ANTARA London, Selasa, mengatakan prosesnya diawali dengan resepsi di Gedung Grand Place yang dibangun pada abad 16 yang dihadiri Wali Kota Brussel dan juga Presiden "Friends of Maneken-Pis".
Dalam kegiatan bersama itu, pihak KBRI Brusel dengan Kantor Wali Kota Belgia mengenakan baju blangkon Yogyakarta di patung ikon Belgia, Maneken-Pis, yang disaksikan ribuan wisatawan mancanegara .
Ikon kota Brussel yang sangat mendunia itu merupakan sebuah patung kecil di sudut gang di perempatan jalan sempit, di sudut pertemuan jalan Rue de Chene dan Rue de l'Etuve, ada sebuah kolam kecil.
Sebelumnya, Dubes Arif Havas Oegroseno menyerahkan secara resmi baju beskap Yogyakarta kepada Wali Kota Brussel untuk dikenakan pada Maneken-Pis yang nantinya ditempatkan di Museum Maneken-Pis bersama koleksi busana lainnya.
Patung anak laki-laki kecil ini terkenal di seluruh dunia dan menjadi salah satu objek yang wajib dikunjungi dalam agenda wisata internasional ke Belgia.
"Ke Belgia tanpa melihat Maneken-Pis ibarat ke Perancis tanpa berkunjung ke Menara Eifel," ujar Dubes.
Sementara itu, Presiden "Friends of Maneken-Pis" menyampaikan bahwa baju beskap Yogyakarta yang dipersembahkan KBRI Brussel adalah baju ke-888.
Menurut Dubes, urutan ini sangat luar biasa, karena pada 17 Agustus 2012 merupakan Hari Kemerdekaan ke-67 RI tercatat bahwa baju beskap Yogyakarta menjadi baju urutan ke-888 dan bulan Agustus merupakan bulen ke-8.
Dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-67 Republik Indonesia, KBRI Brussels menyelenggarakan serangkaian kegiatan bersama masyarakat Indonesia di Belgia dan juga Kantor Wali Kota Belgia.
Setelah resepsi yang dihadiri puluhan wartawan Belgia dan pejabat Pemerintah Kota Brussels itu usai, seluruh undangan berjalan beriringan dengan disertai kelompok tari dari masyarakat Indonesia di Belgia dan kelompok tari Radha Sarisa dari FISIP UI mengelilingi acara pesta karpet bunga yang terdiri atas 80 ribu bunga di kawasan Grand Place.
Dalam kesempatan itu, Dubes RI juga mengajak sejumlah wisatawan asal Indonesia yang kebetulan ada di Grand Place untuk ikut dalam prosesi ini.
Wali Kota Brussel menyatakan cuaca yang cerah bersamaan dengan pameran karpet bunga yang berdekatan dengan Maneken-Piss itu diperkirakan dihadiri 100.000 pengunjung Maneken-Piss.
Prosesi diakhiri di patung Maneken-Pis yang memakai baju beskap Yogyakarta yang dibuka dengan sambutan singkat Wali Kota Brussels, Dubes RI, aubade anak-anak, tari topeng dan tarian kelompok FISIP UI.
Wali Kota Brussel mengatakan sumbangan dari KBRI Brussel ini serta promosi Manaken-Piss yang mengenakan busana Yogyakarta itu menjadi momentum agar pada suatu saat juga dapat berkunjung ke Indonesia.
Rangkaian kegiatan HUT RI bersama masyarakat Indonesia diisi dengan aubade anak-anak dan pameran hasil lukisan, gambar dan karya kreatif anak-anak berusia dua hingga 12 tahun yang tergabung dalam kelompok belajar Taman Belajar Anak Indonesia (Tamasia).
Tamasia di bawah bimbingan Andi Yudha Asfandiyar telah berjalan selama sembilan bulan dan menjadi wadah kegiatan anak anak untuk belajar Bahasa Indonesia, sejarah dengan metode kreatif dan interaktif.
"Anak-anak dirangsang untuk mengembangkan kreasi seni yang menggambarkan pengetahuan tentang Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga karakter dan budaya Indonesia melekat pada anak-anak Indonesia yang bermukim di Belgia," kata Andi Yudha Asfandiyar.
(ANT/H-ZG/E011)
Pewarta:
Editor: AWI-SEO&Digital Ads
COPYRIGHT © ANTARA 2026
