OKI (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan mulai menjalankan program digitalisasi pembelajaran di 951 sekolah sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
Bupati OKI Muchendi Mahrezki di OKI, Minggu, mengatakan pihaknya menyalurkan penyediaan papan interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan akses internet satelit bagi sekolah di wilayah dengan keterbatasan jaringan.
"Program ini adalah lompatan kemajuan. Namun perangkat jangan hanya menjadi pajangan. Kuncinya ada pada kesiapan dan kompetensi guru,” katanya.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat literasi, meningkatkan keterampilan digital siswa, serta mendorong metode pembelajaran yang lebih partisipatif dan kontekstual.
“Anak-anak hidup di era digital. Jika sekolah tidak beradaptasi, kita akan tertinggal. Digitalisasi bukan pilihan, melainkan kebutuhan,” jelasnya.
Selain itu, Muchendi menyebut pembayaran gaji guru non-PNS yang sebelumnya melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.
Pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian gaji bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk PPPK paruh waktu, sesuai kemampuan fiskal daerah. Serta, manajemen talenta berbasis kinerja dan prestasi dalam pengisian jabatan kepala sekolah.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan OKI M. Refly mengatakan perangkat telah disalurkan ke 479 sekolah dasar negeri dan swasta serta 150 sekolah menengah pertama. Selain itu, tujuh sekolah di daerah dengan sinyal lemah memperoleh dukungan internet berbasis satelit Starlink.
“Sekolah dasar dan menengah pertama sudah menerima perangkat dan kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. Untuk PAUD akan dilakukan secara bertahap,” katanya.
Ia menjelaskan dari total 560 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di OKI, sebanyak 256 telah menerima perangkat, sementara 304 lembaga lainnya ditargetkan menyusul pada tahun ini.
"Perangkat baru dapat dimanfaatkan secara maksimal setelah terpasang di ruang kelas dan guru mendapatkan pelatihan teknis. Sejumlah guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan di Jakarta dilibatkan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman terkait penggunaan smart board dan integrasi materi ajar berbasis digital," jelasnya.