Terdata 54 kasus flu Singapura hingga Mei di Badarlampung
Jumat, 24 Mei 2024 14:11 WIB
Ilustrasi: Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung. ANTARA/Dian Hadiyatna
Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandarlampung menyebutkan bahwa terdapat 54 kasus kasus Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) atau Flu Singapura yang ditangani hingga Mei 2024.
"Hingga Rabu (22/5) kami menangani 54 orang yang terpapar Flu Singapura di kota ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Desti Mega Putri di Bandarlampung, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa kasus Flu Singapura di kota ini cenderung meningkat setiap bulannya di mana pada Mei terdapat 17 orang yang terserang oleh penyakit ini.
"Data kami, tertinggi ada di Mei dengan 17 kasus, kemudian April 15 kasus, Maret 11 kasus, Februari 4 kasus, dan Januari 7 kasus," kata dia.
Dia menjelaskan, gejala Flu Singapura ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, nafsu makan yang menurun dan nyeri atau tidak enak badan. Kemudian dalam 1-2 hari akan timbul bintik-bintik merah di rongga mulut yang kemudian pecah menjadi sariawan.
"Selanjutnya penderita Flu Singapura juga akan mengalami ruam pada kulit dan bintik merah pada telapak tangan, tapi bisa juga timbul di tungkai, bokong dan sekitar kulit kemaluan," kata dia.
Namun begitu, ia mengungkapkan bahwa gejala Flu Singapura umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari
“Sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus kematian karena dari Flu Singapura,” kata dia.
Ia pun mengimbau warga Bandarlampung untuk terus meningkatkan imunitas tubuh dan personal hygiene agar terhindar dari terinfeksi Flu Singapura.
“Kalau pun ada warga yang terserang, kami sarankan segera berobat ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat dan melakukan isolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Badarlampung sebut terdapat 54 kasus flu Singapura hingga Mei
"Hingga Rabu (22/5) kami menangani 54 orang yang terpapar Flu Singapura di kota ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Desti Mega Putri di Bandarlampung, Jumat.
Ia menyebutkan bahwa kasus Flu Singapura di kota ini cenderung meningkat setiap bulannya di mana pada Mei terdapat 17 orang yang terserang oleh penyakit ini.
"Data kami, tertinggi ada di Mei dengan 17 kasus, kemudian April 15 kasus, Maret 11 kasus, Februari 4 kasus, dan Januari 7 kasus," kata dia.
Dia menjelaskan, gejala Flu Singapura ditandai dengan demam, nyeri tenggorokan, nafsu makan yang menurun dan nyeri atau tidak enak badan. Kemudian dalam 1-2 hari akan timbul bintik-bintik merah di rongga mulut yang kemudian pecah menjadi sariawan.
"Selanjutnya penderita Flu Singapura juga akan mengalami ruam pada kulit dan bintik merah pada telapak tangan, tapi bisa juga timbul di tungkai, bokong dan sekitar kulit kemaluan," kata dia.
Namun begitu, ia mengungkapkan bahwa gejala Flu Singapura umumnya ringan sehingga dapat hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari
“Sampai saat ini belum ditemukan adanya kasus kematian karena dari Flu Singapura,” kata dia.
Ia pun mengimbau warga Bandarlampung untuk terus meningkatkan imunitas tubuh dan personal hygiene agar terhindar dari terinfeksi Flu Singapura.
“Kalau pun ada warga yang terserang, kami sarankan segera berobat ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat dan melakukan isolasi untuk mencegah penularan lebih lanjut," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Badarlampung sebut terdapat 54 kasus flu Singapura hingga Mei
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres OKU Timur gagalkan peredaran 1 Kg sabu-sabu, tangkap dua orang bandar
01 October 2025 21:19 WIB
Penerbangan Batik Air pindah dari Bandar Halim ke Soekarno-Hatta mulai 1 Agustus 2025
17 July 2025 6:42 WIB
Jaksa tuntut ringan bandar narkoba di Palembang, 6 tahun penjara dan denda Rp10 juta
28 May 2025 16:19 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Sebanyak 17 penumpang longboat selamat, kapal mati mesin di Perairan Maluku Tenggara
27 January 2026 7:34 WIB