Logo Header Antaranews Sumsel

BKSDA evakuasi satu keluarga yang terjebak harimau sumatra di Agam

Sabtu, 2 Mei 2026 17:42 WIB
Image Print
Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bersama Polri, TNI, Pagari dan masyarakat melakukan evakuasi satu keluarga warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sabtu (2/5/2026). ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung, Sumbar (ANTARA) - Tim gabungan terdiri atas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Polri, TNI, Pagari, dan masyarakat mengevakuasi satu keluarga, warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam setelah bertemu harimau sumatra di kebunnya, Sabtu.

"Kita mengevakuasi pasangan suami istri dan keponakannya dari kebun ke pemukiman dengan jarak sekitar satu kilometer," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumatera Barat Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan suami istri yang dievakuasi tersebut, atas nama Samsuir (74) dan Syafmiati (57), sedangkan keponakan mereka atas nama Pendi (40), warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.

Tim gabungan yang berasal dari BKSDA Sumbar, babinsa, bhabinkamtibmas, Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, perangkat nagari, dan masyarakat setempat langsung mengevakuasi satu keluarga tersebut ke tempat aman.

Sebelumnya, pasangan suami istri tersebut bertemu harimau sumatra saat tiba di kebunnya. Tidak begitu lama, Pendi datang ke kebun tersebut.

Dengan kondisi itu, mereka mengamankan diri ke pondok, tidak jauh dari kebun.

"Saat kami melakukan evakuasi, mereka masih berada di pondok dan langsung dibawa ke pemukiman," katanya.

BKSDA Sumbar melalui Resor Maninjau langsung melakukan penanganan berupa pemantauan, identifikasi lapangan, patroli dan lainnya, untuk beberapa hari ke depan.

Namun, warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun pukul 09.00-16.00 WIB dan lainnya.

Samsuir mengatakan pergi ke kebun bersama istri pada pukul 08.00 WIB dan dalam perjalanan banyak menemukan jejak kaki satwa.

Menjelang sampai pondok, istrinya bertemu harimau sumatra dengan jarak sekitar lima meter.

"Istri saya menyampaikan menjauh nyiak atau harimau sembari meminta saya untuk segera membuka pintu pondok dan istri saya gemetaran," katanya.

Ia mengakui harimau bertahan di lokasi kebun sekitar 15 menit dengan jarak dari pondok sekitar 50 meter.

Setelah itu, harimau menghilang dan ia melaporkan kejadian tersebut ke wali jorong setempat.

Namun, tidak begitu lama, keponakan mereka melewati kebunnya saat hendak pergi ke kebun dia, sehingga segera diberi tahu bahwa ada harimau tidak jauh dari pondok itu.



Pewarta:
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026