Polisi periksa intelijen dan wartawan gadungan diduga lakukan pungli
Kamis, 15 Desember 2022 14:47 WIB
Polisi menunjukkan dua pria yang melakukan aksi pungli di kawasan wisata Gili Tramena berinisial DA (kiri) yang mengaku sebagai anggota Intelijen Polri dan BU (kanan) yang mengaku sebagai wartawan, dalam pemeriksaan di Kantor Polres Lombok Utara, NTB, Rabu (14/12/2022). (ANTARA/HO-Polres Lombok Utara)
Mataram (ANTARA) - Petugas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memeriksa anggota intelijen Polri dan wartawan gadungan yang diduga melakukan pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Gili Trawangan, Meno, dan Air (Tramena).
Kepala Polres Lombok Utara Ajun Komisaris Besar Polisi I Wayan Sudarmanta melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Kamis, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut penangkapan berdasarkan informasi korban.
"Keduanya diamankan berdasarkan pengaduan salah satu korban, yakni salah seorang manajer hotel di Gili Meno," kata Sudarmanta.
Dia mengungkapkan, pelaku yang mengaku sebagai anggota intelijen Polri tersebut berinisial DA (32). Sedangkan, pelaku yang mengakui dirinya wartawan tersebut berinisial BU (31).
"Mereka ini warga lokal, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara," ujarnya.
Berdasarkan keterangan korban, jelas dia, kedua pelaku dengan memainkan profesi sebagai anggota intelijen Polri dan wartawan yang diduga melakukan pungli terhadap sejumlah hotel di kawasan wisata Gili Tramena.
"Dalih DA yang mengaku sebagai intelijen Polri ini akan melakukan pendataan terkait izin minuman beralkohol, dia beraksi dengan ditemani rekannya BU yang mengaku sebagai wartawan," ucap dia.
Dengan dalih demikian, lanjut dia, kedua pelaku meminta sejumlah uang kepada korban.
"Dari pemeriksaan sementara, ada salah satu korban yang memberikan Rp500 ribu dengan menggunakan amplop putih. Itu sudah kami amankan sebagai barang bukti," ucapnya.
Lebih lanjut, dalam proses pemeriksaan ini pihak kepolisian masih mengamankan kedua pelaku di Polres Lombok Utara.
"Karena penangkapan Rabu (14/12) sore. Jadi, pemeriksaan terhadap kedua pelaku kini masih berjalan," ujar dia.
Kepala Polres Lombok Utara Ajun Komisaris Besar Polisi I Wayan Sudarmanta melalui keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Kamis, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut penangkapan berdasarkan informasi korban.
"Keduanya diamankan berdasarkan pengaduan salah satu korban, yakni salah seorang manajer hotel di Gili Meno," kata Sudarmanta.
Dia mengungkapkan, pelaku yang mengaku sebagai anggota intelijen Polri tersebut berinisial DA (32). Sedangkan, pelaku yang mengakui dirinya wartawan tersebut berinisial BU (31).
"Mereka ini warga lokal, warga Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara," ujarnya.
Berdasarkan keterangan korban, jelas dia, kedua pelaku dengan memainkan profesi sebagai anggota intelijen Polri dan wartawan yang diduga melakukan pungli terhadap sejumlah hotel di kawasan wisata Gili Tramena.
"Dalih DA yang mengaku sebagai intelijen Polri ini akan melakukan pendataan terkait izin minuman beralkohol, dia beraksi dengan ditemani rekannya BU yang mengaku sebagai wartawan," ucap dia.
Dengan dalih demikian, lanjut dia, kedua pelaku meminta sejumlah uang kepada korban.
"Dari pemeriksaan sementara, ada salah satu korban yang memberikan Rp500 ribu dengan menggunakan amplop putih. Itu sudah kami amankan sebagai barang bukti," ucapnya.
Lebih lanjut, dalam proses pemeriksaan ini pihak kepolisian masih mengamankan kedua pelaku di Polres Lombok Utara.
"Karena penangkapan Rabu (14/12) sore. Jadi, pemeriksaan terhadap kedua pelaku kini masih berjalan," ujar dia.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Aang Sabarudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tersangka jaksa gadungan yang ditangkap di OKI jalani proses hukum, kini dilimpahkan ke jaksa penuntut
12 November 2025 19:00 WIB
Jaksa gadungan ditangkap di OKI, sempat sambangi Kejari dan Kodim minta pengawalan ingin ketemu bupati
06 October 2025 20:58 WIB
Pemerasan dan mencuri barang milik CPMI, Petugas tangkap tiga polisi gadungan di Bandara Soekarno-Hatta
18 March 2023 21:11 WIB, 2023
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Kejari Palembang pulihkan kerugian negara Rp1 miliar dari kasus korupsi proyek Kereta Api
14 jam lalu
Hakim vonis bebas Amsal Sitepu karena tidak terbukti korupsi video profil desa
01 April 2026 13:50 WIB
Praka Farizal Romadhon gugur di Lebanon, jalankan tugas mulia misi perdamaian
01 April 2026 6:42 WIB