Palembang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sepanjang Oktober 2022 secara bertahap menggelar operasi pasar beras murah di 30 pasar tradisional dalam Kota Palembang dan sejumlah daerah lainnya.

Kegiatan operasi pasar beras tersebut dilakukan untuk mengendalikan laju inflasi di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu, kata Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, seusai memantau operasi pasar lanjutan di Palembang, Selasa.

Dia menjelaskan, laju inflasi dampak kenaikan harga BBM perlu dikendalikan, salah satu langkah yang dilakukan pihaknya dengan memberikan subsidi terhadap harga bahan pangan seperti beras.

"Provinsi ini swasembada beras, berdasarkan kondisi tersebut tidak ada alasan harga beras mahal sehingga ketika ada gejolak kenaikan harga perlu digalakkan operasi pasar," ujarnya

Dia menjelaskan, kegiatan operasi pasar beras itu dimulai di Pasar Tradisional Lemabang Kota Palembang dengan dukungan stok 500 karung atau lima ton beras setiap pasarnya.

Dalam kegiatan operasi pasar tersebut, masyarakat bisa membeli beras dengan harga murah hanya Rp5.000 per kilo gramnya atau diberikan subsidi hingga Rp6.000 kg.

Melalui kegiatan operasi pasar beras tersebut bisa membantu dan meredakan keresahan masyarakat karena melonjaknya harga pangan akhir-akhir ini.

"Kami mengharapkan dengan upaya semacam ini berdampak baik bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota ini," ujar Wagub Mawardi.

 

Pewarta : Yudi Abdullah
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2024