Penerima BLT BBM di OKU Raya mencapai 86 ribu kepala keluarga
Rabu, 14 September 2022 10:12 WIB
Warga antre di Kantor Pos Baturaja untuk mengambil BLT BBM. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Baturaja (ANTARA) - Sekitar 86 ribu keluarga di wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Raya, Provinsi Sumatera Selatan, tercatat sebagai penerima bantuan langsung tunai dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak atau BLT BBM.
Menurut data Kantor Pos Baturaja, penerima BLT BBM di OKU Raya tersebar di Kabupaten OKU Induk, OKU Timur, dan OKU Selatan.
"Untuk OKU Induk sendiri ada 10.000 KPM penerima BLT BBM," kata Adi, petugas Bidang Pemasaran Kantor Pos Baturaja di Baturaja, Selasa.
Dia mengatakan bahwa penyaluran BLT BBM tahap pertama dilakukan sejak pekan lalu. Pada tahap pertama penyaluran, setiap keluarga manfaat mendapatkan bantuan Rp300 ribu.
"Untuk mengantisipasi penumpukan massa yang antre kami menyediakan beberapa loket pembayaran BLT BBM," katanya.
Adi Irawan, warga Kabupaten OKU, rela antre sejak pagi di Kantor Pos Baturaja untuk mengambil BLT BBM dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut membantu dia memenuhi kebutuhan sehari-hari saat harga bahan pokok naik akibat kenaikan harga BBM.
"Bantuan sebesar Rp150.000 per bulan sebenarnya tidak cukup mengingat besaran kenaikan harga BBM saat ini sangat berdampak bagi masyarakat kalangan bawah," katanya.
Menurut data Kantor Pos Baturaja, penerima BLT BBM di OKU Raya tersebar di Kabupaten OKU Induk, OKU Timur, dan OKU Selatan.
"Untuk OKU Induk sendiri ada 10.000 KPM penerima BLT BBM," kata Adi, petugas Bidang Pemasaran Kantor Pos Baturaja di Baturaja, Selasa.
Dia mengatakan bahwa penyaluran BLT BBM tahap pertama dilakukan sejak pekan lalu. Pada tahap pertama penyaluran, setiap keluarga manfaat mendapatkan bantuan Rp300 ribu.
"Untuk mengantisipasi penumpukan massa yang antre kami menyediakan beberapa loket pembayaran BLT BBM," katanya.
Adi Irawan, warga Kabupaten OKU, rela antre sejak pagi di Kantor Pos Baturaja untuk mengambil BLT BBM dari pemerintah pusat.
Bantuan tersebut membantu dia memenuhi kebutuhan sehari-hari saat harga bahan pokok naik akibat kenaikan harga BBM.
"Bantuan sebesar Rp150.000 per bulan sebenarnya tidak cukup mengingat besaran kenaikan harga BBM saat ini sangat berdampak bagi masyarakat kalangan bawah," katanya.
Pewarta : Edo Purmana
Editor : Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
10 gajah ngamuk di Siak, ternyata demi selamatkan anak yang masuk tangki septik
22 February 2026 19:30 WIB
Tiga bulan setelah banjir bandang, seribuan warga Sibio-bio Tapteng masih terisolir
21 February 2026 19:47 WIB